Khutbah Jumat: Empat Peringatan Nabi di Akhir Zaman

gambar khutbah jumat (ilustrasi/ist)

Mengingat sejarah kira-kira pada 4 abad yang lalu di mana Islam telah mengalami puncak keemasan di bawah kepemimpinan Rasulullah SAW. Islam menjadi kebanggaan umat. Pengaruh Islam dengan cepat menyebar hampir ke seluruh dunia. Padahal pada saat itu umat Islam sangat minim.

إن الْحَمْدَ لِلهِ . نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ . وَ نَعُوْذُ بِهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَ اَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا أَمَّابَعْدُ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.

يَا أَيُّهَا الذِيْنَ أَمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صدق الله العظيم.

Hadirin yang dimuliakan Allah!

Pada kesempatan Jumat ini, kami sebagai khatib berpesan pada diri kami sendiri dan para hadirin, mari kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Yang dengan cara inilah insya-Allah takwa akan sanggup menghantarkan kita hidup penuh dengan kebahagiaan , keselamatan baik di dunia maupun di akhirat nanti. Yaitu menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah!

Read More

Mengingat sejarah kira-kira pada 4 abad yang lalu di mana Islam telah mengalami puncak keemasan di bawah kepemimpinan Rasulullah SAW. Islam menjadi kebanggaan umat. Pengaruh Islam dengan cepat menyebar hampir ke seluruh dunia. Padahal pada saat itu umat Islam sangat minim.

Ini semua tidak lain berkat kekuatan Aqidatul Islam yang tertanam di jiwa mereka dan ketaatan menjalankan agama atau syariat yang sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya berdasarkan suatu hukum yang bersumber kepada Al Quran dan al Hadis. Sungguh Islam pada satu itu sangat jaya.

Maka tidak salah jika Rasulullah SAW pernah mengatakan bahwa الإسلام يعلو ولا يعلى عليه (al islamu ya’lu wala yu’la alaihi). Akan tetapi pada saat itu juga Rasulullah SAW. memperingatkan para sahabat bahwa nanti Islam hanya tinggal nama. Orang banyak mengaku bahwa dirinya adalah muslim, dia adalah orang Islam, KTP Islam, tapi sayang nama hanya tinggal nama, apa yang dia lakukan tidak sesuai dengan konsep Al Quran maupun al Hadis .

Seperti yang disabdakan Rasulullah SAW., yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi yang bersumber dari Sayyidina Ali Karamallahu wajhahu yang berbunyi;

يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لا يَبْقَى مِنَ الإِسْلامِ إِلا اسْمُهُ , وَلا يَبْقَى مِنَ الْقُرْآنِ إِلا رَسْمُهُ , مَسَاجِدُهُمْ يَوْمَئِذٍ عَامِرَةٌ , وَهِيَ خَرَابٌ مِنَ الْهُدَى , عُلَمَاؤُهُمْ شَرُّ مَنْ تَحْتَ أَدِيمِ السَّمَاءِ , مِنْ عِنْدِهِمْ تَخْرُجُ الْفِتْنَةُ , وَفِيهِمْ تَعُودُ

Artinya secara bebas, akan datang kepada manusia, kata Nabi, di mana akhir zaman nanti, Islam hanya tinggal nama. Banyak orang mengaku dirinya muslim tapi kelakuannya tidak mencerminkan keislamannya. Dia mengaku sebagai seorang muslim, tapi selalu melanggar syariat-syariat yang sudah ditentukan baik oleh Allah maupun Rasul-Nya.

Tidak sedikit zaman sekarang orang di sana-sini mengaku dirinya adalah Islam, tapi maaf apa yang dia ucapkan dan lakukan tidak menggambarkan sikap keislamannya. Sering kali benturan dengan fakta , kadang kala omongannya A di satu tempat di tempat yang lain B. Inilah yang menyebabkan Islam semakin lama semakin luntur.

Dengan demikian, sebagai seorang yang mengaku diri islam (muslim) marilah kita bersikap sesuai dengan tuntunan Islam. Mudah-mudahan Allah menakdirkan kita betul-betul muslim bukan hanya sekedar nama orang muslim tapi juga kelakuannya betul-betul muslim sesuai apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Kita sangat prihatin dalam keadaan seperti sekarang, di mana tidak sedikit saudara kita yang mengaku muslim tapi jika ada yang peduli terhadapa kemajuan umat Islam, bahkan menghalang-halanginya dengan berbagai cara. Merampok, korupsi, berbuat zina dan mabuk-mabukan. Padahal semua ini dilarang di dalam Islam.

Islam tidak mengajarkan demikian, apalagi melakukan dengan kekerasan. Islam bagaimanapun tetap mempunyai nilai Rahmatan lil alamin, ini yang pertama disampaikan oleh Rasulullah SAW.

Yang kedua: wala yabqoo minal qur’ani illa rasmuhu, Nanti di akhir zaman, Al Quran hanya tinggal tulisan.

Sekarang memang banyak orang muslim yang punya Al Quran, tapi juga banyak pula orang muslim yang tidak punya Al Quran. Banyak saudara kita yang bisa membaca Al Quran, tapi belum tentu mereka bisa mengamalkan apa yang ada di dalam Al Quran.

Andaikata kita semua lari kembali kepada konsep Al Quran, dengan apa yang kita baca di dalamnya, lalu kita amalkan maka insyaallah hidup kita akan tenang, bahagia, selamat baik di dunia maupun di ahkirat.

Kenapa? Rasulullah SAW., pernah menyampaikan dalam sebuah hadis: القرآن شَافِعٌ لأصْحَابِهِ Al Quran sanggup memberikan syafaat, pertolongan kepada siapapun yang membacanya, baik itu berkaitan masalah dunia maupun akhirat.

Hadirin yang mudah-mudahan dirahmati Allah!

Dengan demikian, melalui mimbar jumah ini, marilah kita biasakan untuk membaca Al Quran. Minimal dalam satu bulan sekali kita bisa mengkhatamkan Al Quran. Dan bersyukur jika tiap hari jumat kita bisa mengkhatamkan Al Quran. Betapa dimanjakannya oleh Allah SWT orang yang membaca Al Quran. Sungguh sangat dimanjakan oleh allah.

Kita baru membaca alif lam mim, itu ada tiga huruf, tiga puluh kebaikan insyaallah diberikan Allah kepada kita. Lalu bagaimana kalau kita membaca sekian banyak surat dalam Al Quran. Syukur kalau kita bisa mengkhatamkan Al Quran begitu banyaklah pahala yang diberikan oleh Allah kepada kita. Namun maaf, bukan hanya sekedar kita baca, alangkah indah dan baiknya kalau kita bisa mengamalkan Al Quran.

Kita lihat zaman sekarang mungkin saudara-saudara kita yang pernah membaca Al Quran di antara ayat yang dibaca adalah “Laa ta’khudzuhuu amwalakum bainakum bil-bathili” (ayat Al-Quran Surat An-Nisa ayat 29), tahun mereka bahwa mengambil harta dengan batil seperti koruspi dan lain sejenisnya itu dilarang di dalam Islam, tapi lihat dalam kenyataan masih banyak saudara kita yang melakukan maling dan korupsi.

Yang ketiga: wamasajiduhum aamiratun wahiya khoroobun minal hudaa. Masjid di akhir zaman kata Nabi bagus-masjid, besar nan indah, sayangnya “Wahiya khorobun minal hudaa,” jauh, sepi dari hidayah.

Memang banyak orang yang berjamaah terutama di kota-kota besar wabil khusus pada hari raya baik Idul Fitri maupun Idul Adha, sampai-sampai masjid tidak cukup menampung jamaah, tetapi sayang setelah pelaksanaan shalat, kelakuaannya masih kembali kepada perbuatan-perbuatan yang sebelumnya dia lakukan. Dan ini menandakan bahwa “wahiya khorobun minal hudaa” jauh dari hidayah.

Yang terakhir (ke-4): apa yang disampaikan oleh Nabi seperti menjadi sebuah kenyataan, yaitu ‘ulamauhum syarrun man tahta adimi as sama’i, min ‘indihim takhruju al fitnah wa fii him ta’udu. Ulama akhir zaman kata Nabi, lebih jelek dari pada umatnya (masyarakatnya) di bawah langit ini. Kenapa? Karena dari merekalah timbullah fitnah dan kekacauan. Dan akan kembali fitnah itu pada mereka.

Kita lihat zaman sekarang, para kyai walaupun tidak semuanya, hanya beda baju, hanya beda golongan, partai kadang kala satu sama yang lain saling mencemooh, mencaci maki, saling menghina. Kadang kala hanya mempertahankan kelompoknya dan saling menyalahkan.

Hal ini karena apa yang diajarkannya tidak bersumber dari Al-Quran dan al Hadis, padahal ‘Ulama itu adalah warasatul anbiya’ (pewarits para Nabi), yang justru seharusnya akan bisa menyelamatkan umat. Lalu, kalau masyarakat bingung, siapa yang harus kita jadikan imam? Mungkin satu-satunya cara yang tepat buat kita tidak lain hanyalah memohon kepada Allah mudah-mudahan kita semua bisa kembali kepada konsep Al Quran dan Hadis, sekaligus kita diberikan hidayah oleh Allah SWT. Amin ya rabbal alamin.

Mudah-mudahan khutbah yang singkat ini bisa memberikan hikmah dan manfaat kepada kita semua.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ مِنَ اْلأٓيَةِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَ قُلْ الرَّبِّ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْن

Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2025


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi sukabumiNews

Daftar atau