Shaum adalah satu ibadah yang cukup berat Shaum berarti mengekang diri dari segala nafsu syahawat, menahan diri dari beberapa bentuk kesenangan dan keni’matan dalam waktu yang terbatas.
Artikel ini membahas tentang keutamaan dan makna ibadah puasa (shaum) bagi orang beriman, berdasarkan firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 183.
- Tujuan Puasa: Puasa diwajibkan untuk melatih diri menahan hawa nafsu, memperkuat jiwa, dan mencapai derajat ketakwaan.
- Dampak Sosial: Puasa mendidik kepekaan sosial dengan merasakan lapar seperti orang miskin.
- Makna Spiritual: Puasa adalah ibadah rahasia antara hamba dan Pencipta untuk meraih keridaan Allah semata.
- Keutamaan: Barangsiapa berpuasa dengan iman dan mengharap rida Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (البقرة: ١٨٣)
“Hai orang-orang yang beruman, drwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (Al-Baqarah; 183)
Shaum adalah satu ibadah yang cukup berat Shaum berarti mengekang diri dari segala nafsu syahawat, menahan diri dari beberapa bentuk kesenangan dan keni’matan dalam waktu yang terbatas.
Shaum memperbaiki kelemahan jiwa dan memperkuatnya, dan mempersiapkan-nya untuk mencapai satu kebahagiaan dan keni matan yang tiada bandingannya.
Shaum melatih seorang mu’min untuk menahan rasa lapar dan haus, seraya mengajaknya untuk mengingat keadaan orang-orang miskin yang melarat dan kelaparan.
Shaum mempersempit jalan masuknya syaithan, dengan mempersempit jalan masuknya makanan dan minuman.
Shaum menahan seluruh anggota tubuh dari perbuatan-perbuatan ma’siat, yang akan mencelakakan dirinya di dunia dan di akhirat.
Shaum adalah ibadah (hubungan) yang paling rahasia antara seorang hamba dengan Penciptanya. Karena orang yang shaum meninggalkan makan, minum dan kebutuhan biologis lainnya hanya karena ingin mendapatkan keridoan Allah.
Orang-orang mungkin bisa melihat orang yang shaum meninggalkan makan dan minum, namun mereka tidak akan bisa melihat bahwa ia meninggalkan makan dan minum itu karena iman, dan hanya karena ingin mendapatkan keridoan Allah. Karena itu adalah rahasia antara orang yang shaum dengan Allah. (Zaadul Ma’aad, 11/27)
Inilah inti dari ibadah shaum, yang bilamana seseorang bisa mencapainya, berarti ia telah mendapatkan kesempurnaan shaum, dan ia berhak mendapatkan ampunan dari Allah Rasulullah bersabda:
( مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (متفق عليه
“Barang siapa shaum karena iman dan mengharapkan keridoan Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Karena beratnya ibadah shaum ini, Allah hanya menyeru orang-orang untuk yang saja beriman melaksanakannya.
BACA Juga: Ramadhan Bulan Perjuangan dan Kemenangan
Allah menyerukan shaum, hanya kepada orang-orang yang iman dan yakin bahwa rasa lapar dan haus yang mereka rasakan, akan dibalas langsung oleh Allah 4. Dalam sebuah hadits qudsi Allah menjelaskan:
الصَّوْمُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِي (رواه أحمد)
“Shaum itu untuk-Ku, Aku akan 14 membalasnya, karena dia telah meninggalkan makannya, minumnya dan kebutuhan biologisnya untuk-Ku “(H.R. Ahmad)
Allah memerintahkan shaum, hanya kepada orang-orang yang iman dan yakin bahwa dua kegembiraan telah menanti mereka, kegembiraan di saat berbuka dan kegembiraan di saat menghadap Allah
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ (متفق عليه)
“Orang yang shaum akan mendapatkan dua kegembiraan; ia bergembira saat berbuka, dan bergembira saat bertemu dengan Rabbnya dengan membawa shaumnya” (H.R. Bukhari dan Muslim)





