Pembangunan Kekuatan Maritim Indonesia: Pandangan Dede Farhan Aulawi

Pembangunan Kekuatan Maritim Indonesia: Pandangan Dede Farhan Aulawi
Dede Farhan Aulawi Bicara Pembangunan Kekuatan Maritim Indonesia | Foto: Istimewa

Konsep Pertahanan Depan dan Peperangan Terpadu

sukabumiNews, JAKARTA – Penguatan konsep pertahanan depan di Indonesia menjadi sangat vital dalam menghadapi dinamika keamanan yang terus berubah. Dalam konteks ini, Pemerhati Hankam Dede Farhan Aulawi menekankan bahwa penerapan doktrin air sea battle dapat menjadi fondasi bagi sistem pertahanan yang efektif.

Menurut Dede, konsep tersebut menyoroti pentingnya pemaduan antara teknologi modern dan aset tradisional, yang memungkinkan Indonesia memiliki sistem pertahanan yang tidak hanya responsif tetapi juga adaptif terhadap potensi ancaman yang mungkin muncul.

“Implementasi konsep pertahanan depan bertujuan untuk memastikan Indonesia memiliki kemampuan untuk mempertahankan wilayah dan sumber daya strategisnya dari adversarial yang mungkin menerapkan taktik anti akses,” ujar Dede kepada sukabumiNews melalui pesan tertulis yang diterima, Rabu (20/8/2025).

Dalam hal ini, Dedede menekankan bahwa kekuatan maritim Indonesia harus ditingkatkan agar mampu meliputi koordinasi antara angkatan laut dan angkatan udara, yang merupakan intisari dari doktrin air sea battle.

“Dengan menciptakan sinergi antara kedua angkatan tersebut, Indonesia dapat menciptakan garis pertahanan yang lebih tangguh dan terintegrasi,” tegasnya.

Lebih lanjut Dede mengatakan bahwa pentingnya teknologi modern tidak dapat diabaikan dalam menciptakan strategi pertahanan yang kompakt. Aset seperti sistem pengintaian dan peringatan dini, serta senjata presisi tinggi, sangat diperlukan untuk menyuplai informasi akurat dan memungkinkan respons cepat terhadap ancaman.

Read More

Dede Farhan Aulawi juga menekankan bahwa pengembangan kapabilitas lokal serta peningkatan industri pertahanan domestik harus menjadi prioritas, guna menciptakan kemandirian dalam sistem pertahanan.

“Implementasi ide-ide ini tidak hanya akan memperkuat kekuatan maritim Indonesia tetapi juga memperkuat posisinya di kancah internasional. Dengan mengadopsi pendekatan ini, diharapkan Indonesia dapat menghadapi berbagai tantangan yang datang dengan lebih siap serta efektif, memastikan kedaulatan dan keamanan nasional tetap terjaga,” paparnya.

Tantangan dalam Mewujudkan Strategi Pertahanan Masa Depan

Lebih lanut Dede memaparkan bahwa dalam konteks pembangunan kekuatan maritim Indonesia, terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi untuk menerapkan strategi pertahanan modern yang efektif. Salah satu isu utama yang diungkapkan oleh Dede Farhan Aulawi adalah kurangnya pengalaman Indonesia dalam proyeksi militer ke luar negeri.

Hal ini membuat negara menghadapi kesulitan dalam mengembangkan strategi yang tidak hanya bersifat defensif, namun juga proaktif. “Dalam menghadapi ancaman yang semakin kompleks di kawasan, penting bagi Indonesia untuk meningkatkan kapasitas militernya, serta kemampuannya untuk beroperasi di luar wilayah teritorialnya,” katanya.

Ketergantungan pada kekuatan pertahanan yang bersifat defensif menjadi kendala lain yang signifikan. Pendekatan defensif ini seringkali membuat Indonesia kurang responsif terhadap perubahan situasi keamanan di lautan. Untuk itu, perlu adanya perubahan paradigma dalam hal kebijakan pertahanan sehingga mampu tidak hanya berfungsi sebagai penghalang, tetapi juga sebagai kekuatan yang dapat mengamankan kepentingan nasional di berbagai belahan dunia.

“Dengan beradaptasi pada dinamika global, strategi pertahanan yang proaktif bisa membantu Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayahnya,” tambah Dede.

Peraturan Presiden No. 97 tahun 2015, menurut Dede, memberikan dasar bagi pembangunan kekuatan maritim yang lebih kuat dan tangguh. Melalui kebijakan ini, pemerintah berusaha mengintegrasikan berbagai aspek pertahanan maritim dan mendorong peningkatan kolaborasi antar lembaga. Hal tersebut menjadi langkah awal untuk mengatasi tantangan yang ada, namun penerapan nyata dari kebijakan tersebut tetap membutuhkan waktu dan konsistensi.

“Oleh karena itu, tantangan dalam menerapkan strategi pertahanan masa depan memerlukan komitmen yang tinggi dari semua elemen negara untuk mewujudkan armada yang siap melindungi kepentingan maritim Indonesia di tingkat internasional,” tandas Dede.

Integrasi Doktrin Peperangan Terpadu di Indonesia

Doktrin peperangan terpadu menjadi komponen vital dalam strategi pertahanan nasional Indonesia, terutama di tengah tantangan keamanan regional yang semakin kompleks. Saat ini, Dede Farhan Aulawi menyoroti bahwa doktrin ini masih dalam tahap pengembangan dan belum sepenuhnya terintegrasi. Hal ini terlihat dari pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) yang seringkali tidak memiliki interoperabilitas yang optimal, sehingga mempengaruhi efektivitas operasi militer secara keseluruhan.

Penting bagi Indonesia untuk mempertimbangkan integrasi yang lebih baik antara matra darat, laut, udara, dan siber. Masing-masing matra dalam struktur pertahanan memiliki peran yang unik dan penting, tetapi tanpa adanya kerangka kerja yang kohesif, potensi penuh dariinstrumen pertahanan ini tidak dapat dimanfaatkan.

“Sebagai contoh, kekuatan angkatan laut harus dapat berkolaborasi dengan angkatan udara dalam misi pengawasan dan perlindungan perairan Indonesia, sementara angkatan darat harus dapat mendukung operasi-operasi yang dilaksanakan oleh kedua matra tersebut,” papar Dede.

Kepentingan kita di kancah maritim, sambung Dede, mengingat wilayah Indonesia yang luas dan terdiri dari ribuan pulau, menuntut pendekatan yang integratif dan komprehensif. Dalam era digital ini, ancaman juga datang dari siber, sehingga pengintegrasian aspek siber dalam doktrin peperangan menjadi semakin penting. Upaya untuk mengembangkan dan menyatukan strategi pertahanan ini memerlukan kerjasama lintas sektoral baik dari pemerintah maupun sektor swasta, bersinergi untuk menciptakan sistem pertahanan yang adaptif dan responsif.

Melalui pengembangan doktrin peperangan terpadu yang lebih menyeluruh, Indonesia tidak hanya akan mampu menangani ancaman yang ada, tetapi juga memperkuat posisinya di panggung internasional sebagai negara maritim yang kuat dan berdaulat. Model pertahanan yang terintegrasi dapat meningkatkan efisiensi serta efektivitas, sambil memastikan bahwa semua elemen militer beroperasi dalam harmoni demi mencapai tujuan bersama.

Perkembangan Medan Tempur dan Kesiapan Indonesia

Medan tempur global saat ini mengalami perubahan signifikan, di mana dinamika ancaman menjadi semakin kompleks dan cepat. Dalam konteks ini, Dede Farhan Aulawi menekankan pentingnya pemahaman terhadap lima lini strategis yang harus diperhatikan dalam mempertahankan kedaulatan maritim Indonesia.

Lini pertama adalah pengembangan teknologi pertahanan. Indonesia perlu melakukan investasi dalam teknologi yang dapat mendukung sistem pertahanan yang lebih maju. Inovasi teknologi seperti drone, sistem peluru kendali, dan kapal selam modern menjadi kunci utama dalam memperkuat kemampuan maritim Indonesia.

Kedua, pengumpulan data intelijen yang efektif menjadi vital untuk memahami ancaman yang mungkin muncul. Data yang akurat dan terpercaya memungkinkan pembuatan keputusan strategis yang lebih tepat. Ini termasuk kemampuan untuk menganalisis data dari berbagai sumber untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi di lapangan.

Ketiga, prediksi ancaman harus dilakukan secara terintegrasi. Kemampuan ini membantu dalam merumuskan strategi yang adaptif dan responsif terhadap situasi yang berkembang dengan cepat. Masing-masing bagian strategi pertahanan harus saling terhubung untuk meningkatkan efektivitas menyeluruh.

Keempat, pendidikan dan pelatihan personel militer harus ditingkatkan agar mereka siap menghadapi tantangan yang ada. Memastikan bahwa setiap anggota angkatan bersenjata mempunyai keterampilan dan pengetahuan yang relevan adalah langkah krusial. Terakhir, kerjasama internasional dalam bidang keamanan juga penting untuk berbagi informasi dan mempelajari berbagai pendekatan yang diambil oleh negara lain.

Dengan mengintegrasikan semua lini ini, Indonesia dapat meningkatkan kesiapan untuk menghadapi tantangan baru di medan tempur yang terus berkembang, sekaligus menjaga kedaulatan dan keamanan kawasan maritim.

Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2025


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi sukabumiNews

Daftar atau

Related posts