Bangunan dapur dirancang menggunakan standar tinggi dengan masa pakai 30–35 tahun dan dilengkapi peralatan modern dari Gastro.
“Dapur-dapur MBG menggerakkan ekonomi lokal karena seluruh bahan baku dipasok dari petani, peternak, dan pekebun,” jelasnya.
Kegiatan peresmian turut dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin, serta beberapa legislator Sulsel.
Dapat Apresiasi dari Wakil Gubernur Sulsel
Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi mengapresiasi kolaborasi pemerintah dan pihak swasta dalam memperluas layanan pemenuhan gizi melalui SPPG.
“Selamat atas peresmian SPPG dan 10 dapur bergizi di Bone. Ini adalah bukti komitmen pemerintah dan mitra daerah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kontribusi besar Yasika Group dalam pengembangan ekonomi lokal, terlebih jumlah dapur yang dikelola mencapai lebih dari 40 unit.
“Yasika Group telah menghadirkan lebih dari 40 dapur. Ini kontribusi nyata Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud dalam membangun ekonomi daerah,” tambahnya.
Menurut Fatmawati, kehadiran SPPG memberikan efek ganda bagi masyarakat, mulai dari membuka lapangan pekerjaan hingga memastikan pemenuhan gizi anak.
“SPPG memberikan multiefek ekonomi, menekan pengangguran, sekaligus memastikan kecerdasan dan kesehatan anak melalui pemenuhan gizi,” tegasnya.
Ia menutup sambutannya dengan ajakan untuk menjaga kolaborasi dalam menekan angka stunting di Sulsel.
“Ini langkah nyata meningkatkan kualitas anak bangsa dan menurunkan stunting. Kolaborasi ini harus terus kita jaga,” tandasnya.
Mendapat Sorotan Publik
Meski mendapat apresiasi, pengelolaan 41 dapur MBG oleh Yasika Group juga menuai sorotan publik. Kritik muncul lantaran Yasika Aulia Ramadhani dianggap masih sangat muda untuk mengelola program berskala besar.
Selain itu, posisinya sebagai anak seorang pejabat politik turut menjadi perhatian. Apalagi berdasarkan aturan Badan Gizi Nasional (BGN), setiap yayasan hanya diperbolehkan mengelola maksimal 10 dapur.
Ketua Badan Kehormatan DPRD Sulsel, Marji Rumpak, enggan memberikan tanggapan ketika dikonfirmasi soal polemik tersebut. Liputan6.com berupaya menanyakan bagaimana fungsi pengawasan yang seharusnya dijalankan oleh seorang Wakil Ketua DPRD.
“Aduh, saya tidak bisa berkomentar soal itu,” ujar Marji saat dihubungi Liputan6.com melalui sambungan telepon, Selasa (18/11/2025).
Liputan6.com juga telah berupaya meminta konfirmasi kepada Yasir Machmud dan Yasika Aulia Ramadhani, namun hingga berita ini diterbitkan, pesan singkat dan panggilan telepon belum mendapat respons.
Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2026.








