Dikejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen oleh Prabowo, Pramono Akui Jakarta Bakal Kewalahan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Sumber: VOI.id)

sukabumiNews.id, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto hingga 2029 bukan perkara mudah.

Dalam hal ini, pemerintah daerah diminta menyiapkan langkah konkret meski dihadapkan pada berbagai tekanan global dan domestik. Pramono menegaskan, kondisi saat ini membuat pencapaian target tersebut akan penuh tantangan.

“Pemerintah DKI Jakarta harus mempersiapkan itu untuk bisa mencapai arahan Bapak Presiden. Walaupun dalam kondisi sekarang ini tentunya tidak gampang, pasti akan struggling, akan berat sekali,” kata Pramono saat membuka acara Musrenbang RKPD Tahun 2027 di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 16 April.

Meski berat, Pemprov DKI tidak memiliki opsi lain selain menyelaraskan kebijakan dengan pemerintah pusat. Sejumlah langkah disiapkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berada di jalurnya.

BACA JugaDukung Pertumbuhan Ekonomi Jakarta, PLN UID Jakarta Raya Sambung Listrik 36 Juta VA

“Pemerintah DKI Jakarta itu harus mengikuti apa yang menjadi arahan dari pemerintah pusat, sehingga dengan demikian kami mempersiapkan itu langkah-langkah ke depan apa yang akan dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta di tahun 2027 ini,” urai Pramono.

Pramono mengungkapkan, ada dua tekanan besar yang berpotensi mengganggu kinerja ekonomi Jakarta dalam waktu dekat. Pertama adalah konflik geopolitik yang meluas dan berdampak pada ekonomi global.

Read More

Ia menilai konflik tersebut belum menunjukkan tanda mereda dan berpotensi memicu efek berantai terhadap berbagai sektor.

“Konflik atau perang yang terjadi antara Amerika, Israel, dengan Iran dan sekarang sudah menjalar ke mana-mana. Sampai hari ini kita belum menemukan titik temu apa yang akan terjadi dan menyelesaikan hal ini karena bagaimanapun ini akan mempengaruhi harga BBM, supply chain, dan berbagai persoalan-persoalan yang ada,” ujarnya.

Selain itu, ancaman El Nino yang dimulai dengan pertengahan bulan April sampai dengan September juga diperkirakan akan mempengaruhi kondisi ekonomi dalam negeri, termasuk Jakarta.

BACA JugaSri Mulyani Dorong Digitalisasi Transaksi untuk Pertumbuhan Ekonomi

Menghadapi kondisi tersebut, Pemprov DKI menyiapkan langkah jangka pendek untuk meredam dampak yang mungkin timbul, terutama pada sektor-sektor strategis.

Pramono juga mengingatkan peran strategis Jakarta dalam perekonomian nasional. Kontribusi ibu kota terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional mencapai lebih dari 16 persen.

“Sehingga untuk mengelola Pemerintah Jakarta ini nggak boleh salah dan bagaimanapun Jakarta tetap menjadi role model bagi daerah-daerah lain,” tutur dia.

Dalam perencanaan pembangunan 2027, Pemprov DKI tetap mengacu pada tahapan yang telah ditetapkan serta menyelaraskan dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN).

“Enggak mungkin yang namanya pemerintah daerah itu keluar melakukan sendiri tidak senapas dengan apa yang menjadi arahan ataupun keputusan pemerintah pusat,” imbuh Pramono.

BACA JugaPrabowo Tegaskan Peran Strategis Danantara dalam Memperkuat Ketahanan Eekonomi Nasional

Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2026.


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi sukabumiNews

Daftar atau

Related posts