Namun, masih ada pertanyaan besar mengenai siapa yang akan memerintah Gaza. Israel dan AS telah mengatakan bahwa mereka tidak akan membiarkan Hamas tetap berkuasa.
Bulan lalu, Menteri Luar Negeri saat itu Antony Blinken mengajukan rencana “sehari setelah” untuk Gaza yang akan melibatkan negara-negara lain untuk mengirim pasukan guna mengisi staf pasukan keamanan sementara, yang akan membuka jalan bagi Otoritas Palestina (PA) yang “sepenuhnya direformasi” untuk memerintah wilayah tersebut.
Namun, tidak jelas apakah Hamas akan menerima pasukan asing di Gaza. Selain itu, Netanyahu telah berulang kali menolak menyerahkan wilayah itu kepada PA, meskipun koordinasi keamanannya erat dengan pasukan Israel di Tepi Barat.
Okail mengatakan suara Palestina hilang dari perbincangan tentang masa depan Gaza, dan menekankan bahwa pertanyaan tentang siapa yang memerintah wilayah Palestina tidak boleh ditentukan oleh AS, Israel, atau kekuatan regional.
“Tanpa perlawanan dan mendikte siapa yang memerintah dan siapa yang mencalonkan diri dalam pemilihan umum, warga Palestina memiliki kesempatan. Mereka memiliki kemauan dan kapasitas untuk berpartisipasi dalam proses politik,” katanya.
BACA Juga: 20 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Udara Israel Setelah Perjanjian Gencatan Senjata
Sumber : Al Jazeera
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari sukabumiNews. Mari bergabung di Grup Telegram “sukabumiNews Update”, caranya klik link t.me/sukabuminews, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2025









