Ketimbang Lapangan Padel, Masyarakat Lebih Butuh Menjamurnya Lapangan Pekerjaan

Ilustrasi gambar/theconversation

Oleh: Andi Ibnu Masri Rusli (Economy Editor)

“Lebih mudah cari lapangan padel daripada lapangan pekerjaan” yang diujarkan para netizen di salah satu konten tentang kondisi lapangan pekerjaan nasional sangat menggelitik. Sarkasme tersebut nampak mencerminkan kondisi di lapangan.

Dalam momen setahun pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming ini, kita kerap disajikan pemberitaan mengenai maraknya PHK dan sulitnya mencari lapangan kerja di tengah ‘booming’ padel.

Di tengah kondisi ekonomi nasional yang melambat tersebut, pemerintahan Prabowo melanjutkan kebiasaan buruk selama ini: jor-joran menggunakan APBN di akhir tahun.

Meski begitu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berani mengklaim pertumbuhan Q4 bisa mendekati 6%. Selain andalkan paket kebijakan, ia mengklaim sedang menyisir duit negara supaya bisa dialihkan ke belanja yang produktif.

Aksi tersebut kerap mendapat perlawanan dari sesama pemangku kebijakan. Sebab, upaya Purbaya bisa berujung pada pemotongan anggaran seperti transfer daerah, ataupun pengambilan anggaran proyek yang tidak terserap. Pengembalian anggaran Makan Bergizi Gratis Rp70 trilliun menjadi contohnya.

Read More

Pemerintah bisa saja berkilah kalau rapor ekonomi tahun pertama boleh buruk karena masih dalam tahap adaptasi. Janji politik pertumbuhan ekonomi 8% dan menciptakan 19 juta lapangan pekerjaan dalam 5 tahun memang target berat.

Pemerintah butuh komitmen perencanaan, eksekusi, dan evaluasi yang baik untuk mencapainya. Pembangunan industri dan menghadirkan tenaga kerja unggul bukanlah proyek kebut semalam.

Tidak ada yang salah dari menjamurnya lapangan padel. Namun, masyarakat lebih menantikan menjamurnya lapangan pekerjaan.

Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2025.


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi sukabumiNews

Daftar atau

Related posts