Dengan demikian, di mana pun ia berada, ia selalu taqwa kepada Allah. Rasulullah bersabda:
اتَّقِ اللهِ حَيْثُمَا كُنتَ (رواه أحمد والترمذي)
“Bertaqwalah kamu kepada Allah di mana pun kamu berada” (H.R. Ahmad dan Tirmidzi)
Shaum mendidik seorang mu’min untuk selalu merasakan pengawasan Allah setiap saat, di mana pun ia berada dan ke mana pun ia pergi. Karena shaum adalah ibadah yang terus menerus, dari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari. Lain dengan shalat misalnya, yang hanya beberapa menit saja. Maka keterikatan lebih orang yang shaum dengan Allah lama dari pada orang yang shalat. Orang yang shaum akan selalu merasa dimonitor oleh Allah SWT.
Bagi seorang mu’min perasaan seperti ini akan menimbulkan kekuatan batin yang tiada taranya. la akan selalu merasa bersama Allah, membuat dia selalu tegar dan tangguh dalam menghadapi segala keadaan. Karena tidak ada yang ditakuti dalam hidup ini selain Allah. Inilah sifat orang yang bertaqwa yang dicintai oleh Allah SWT.
(یونس : ٦١-٦٣) أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ
“Ingatlah, sesungguhnya orang-oang yang dicintai Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat.” (Yunus; 61-63) Inilah tujuan terakhir dari shaum yang diwajibkan oleh Allah 34 kepada orang orang yang beriman. Maka ayat tentang perintah shaum itu diakhiri dengan satu pernyataan : لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ Agar kamu bertaqwa.
Beberapa Kesalahan yang Sering Terlupakan di Bulan Ramadhan
- Melalaikan hikmah dan tujuan utama shaum.
- Enggan mempelajari hukum-hukum shaum, tata cara shaum, syarat dan rukunnya serta apa-apa yang membatalkannya.
- Menghabiskan waktu di siang dan malam Ramadhan untuk pekerjaan-pekerjaan yang tidak ada manfaatnya.
- Memperbanyak makan dan minum serta menyiapkan makanan dan minuman secara berlebihan.
- Enggan mempelajari Al-Qur’an, memahami dan merenungkannya.
- Banyak orang tua yang lalai dalam mengarahkan anak-anaknya, untuk melaksanakan shaum yang baik dan benar. (Majalah Al-Furqaan no. 99, Ramadhan 1418 H)
Mudah-mudahan shum kita di bulan Ramadhan ini, mampu membentuk diri kita, menjadi pribadi-pribadi yang selalu bertaqwa Amin.
Artikel ini dirilis dari Buletin Jum’at Al-Manshur edisi tahun I no 34, Jum’at Sya’ban 1422H, dengan Judul “Seruan Shaum untuk Orang Beriman”
Penulis: Oleh: Ust. Abu Muhammad
Editor: A. Malik AS.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2026.
Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.





