Allah mewajibkan shaum, hanya bagi orang-orang yang iman dan yakin bahwa bau mulut yang ia rasakan karena kosongnya perut, di sisi Allah wanginya lebih dari wangi minyak misk (kesturi), Rasulullah menegaskan :
وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفٌ فَمِ (متفق عليه)
“Demi Dzat Yang jiwa Muhammad ada dalam tanganNya, sungguh bau mulutnya orang yang shaum, lebih wangi di sisi Allah dari pada wanginya minyak kesturi” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Allah membebankan kewajiban shaum, hanya kepada orang-orang yang iman dan yakin, bahwa Allah menyediakan sebuah pintu di surga yang akan dimasuki hanya oleh Orang-orang yang shaum. Rasulullah bersabda:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرِّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَد خُلُوْنَ مِنْهُ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ (متفق عليه)
“Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang disebut “AR-Royyaan”, yang mana orang-orang yang shaum akan masuk lewat pintu itu (ke surga) pada hari qiamat. Tidak akan masuk lewat pintu itu selain orang-orang yang shaum. Dikatakan << Mana orang-orang yang shaum? >> lalu mereka masuk ke surga melalui pintu itu. Setelah orang-orang yang shaum masuk semua, ditutuplah pintu itu. Tidak seorang pun masuk lewat pintu itu ” (Muttafaq ‘alaih)
BACA Juga: Khutbah Jumat: Meningkatkan Ketaqwaan Melalui Puasa Ramadhan dan Amal Shaleh
Allah menjadikan shaum sebagai. sarana bagi seorang mu’min, untuk mencapai derajat ‘Taqwa’. Karena manusia yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling tinggi ketaqwaannya
(الحجرات : ۱۳) إِنْ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.” (Al-Hujuraat; 13)
Allah berulang kali memerintahkan selalu orang-orang mu’min, untuk meningkatkan iman mereka menuju kondisi taqwa:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ عَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah”
Perintah ini diulang oleh Allah Qur’an sebanyak tujuh kali dalam Al-surat Al-Baqarah ayat 278, surat Ali ‘imran ayat 102, surat Al-Maidah ayat 35, surat At-Taubah ayat 119, surat Al-Ahzaab ayat 70 dan surat Al-Hadiid ayat 28.
Shaum adalah ibadah yang paling tepat untuk membina seorang mu’min menuju ketaqwaan yang tinggi. Karena taqwa sesungguhnya ada dalam hati. Taqwa adalah kombinasi perasaan cinta dan rindu kepada Allah, takut dari siksaNya, sangat berharap keridoanNya, selalu ingin melaksanakan segala perintahnya dan tidak berani sedikitpun melanggar laranganNya. Itulah taqwa yang disebut oleh Rasulullah :
التَّقْوَى هَاهُنَا وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مرات (رواه مسلم)
“Taqwa itu ada di sini!” Beliau menunjuk ke dadanya tiga kali” (H.R. Muslim)
Taqwa yang ada dalam hati, yang mengatur seluruh gerak tubuh, untuk apa yang melaksanakan segala diperintahkan, oleh Allah Yang Maha Agung dan Maha Rahman. Taqwa yang mengarahkan semua anggota badan, untuk meninggalkan semua larangan, dari Allah Yang Maha Agung Pengatur seluruh kehidupan. Shaum mengarahkan orang mu’min menuju itu semua, sebagai akhir dari segala tujuan.
BACA Juga: Menyempurnakan Shaum dengan Zakat Fithrah untuk Menyongsong Idul Fithri
Shaum membina seorang mu’min untuk taqwa Allah, tatkala ia sendiri ataupun ketika ia bersama orang lain. la tidak berani makan dan minum di hadapan orang lain, sebagaimana ia pun tidak berani makan dan minum di rumah dia yang tertutup. Di saat tidak ada mata yang memandang, namun ia yakin bahwa pandangan Allah tidak terhalangi oleh dinding.





