sukabumiNews.id – Shalat gerhana (Khusuf/Kusuf) dilakukan dua rakaat secara berjamaah (atau sendiri) dengan keunikan 4 kali ruku’ dan 4 kali sujud (2 ruku’ per rakaat). Shalat dimulai dengan niat, takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah dan surat panjang, ruku’ panjang, i’tidal, baca Al-Fatihah lagi dan surat panjang, ruku’ kedua, sujud dua kali, dan diulangi pada rakaat kedua.
Tata Cara Lengkap Shalat Gerhana:
1. Niat: Di dalam hati saat Takbiratul Ihram, contoh: “Ushalli sunnatal khusuf/kusuf rak’ataini lillahi ta’ala” (Saya shalat sunnah gerhana bulan/matahari dua rakaat karena Allah).
2. Rakaat Pertama:
- Takbiratul ihram, doa iftitah, ta’awudz, Al-Fatihah, dan surat panjang (seperti Al-Baqarah).
- Ruku’ pertama yang lama.
- I’tidal, membaca Al-Fatihah dan surat panjang (lebih pendek dari yang pertama, misal Ali Imran).
- Ruku’ kedua yang lebih ringan dari ruku’ pertama.
- I’tidal, kemudian sujud dua kali dengan tuma’ninah.
2. Rakaat Kedua:
- Bangkit dari sujud, ulangi tata cara rakaat pertama (dua kali berdiri, dua kali baca Al-Fatihah/surat, dan dua kali ruku’).
- Disunnahkan membaca surat yang lebih pendek dari rakaat pertama.
- Sujud dua kali, kemudian duduk tasyahud akhir dan salam.
4. Khutbah: Setelah salam, disunnahkan imam menyampaikan dua khutbah yang berisi anjuran berdzikir, berdo’a, beristighfar, dan bersedekah.
Catatan Penting:
- Shalat gerhana boleh dilakukan sendirian, namun lebih utama berjamaah.
- Ruku’ dan sujud disunnahkan untuk diperpanjang.
- Tidak ada adzan maupun iqamah, melainkan diserukan “Ash-shalatu jami’ah”.
- Shalat gerhana matahari (kusuf) dan bulan (khusuf) memiliki tata cara yang sama.
*Disadur dari berbagai sumber.
Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2026.



