Analis: Siapa yang akan Memimpin Iran Usai Ali Khamenei Gugur?

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (Istimewa)

sukabumiNews.id, TEHERAN – Iran memasuki fase politik baru setelah pemerintah secara resmi mengumumkan gugurnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara Israel dan Amerika Serikat yang terjadi pada Sabtu.

Kepemimpinan negara untuk sementara akan dijalankan oleh Presiden Masoud Pezeshkian bersama Kepala Lembaga Peradilan dan seorang anggota Dewan Garda Konstitusi, sebagaimana diumumkan pemerintah pada Minggu dini hari.

Pembentukan kepemimpinan sementara tersebut mengacu pada ketentuan konstitusi Iran. Analis politik Iran, Hussein Ruyvaran, menyatakan bahwa pengganti Khamenei diperkirakan akan dipilih dalam beberapa hari mendatang.

Dalam wawancaranya dengan Al Jazeera, Ruyvaran menilai proses pemilihan Pemimpin Tertinggi yang baru akan berlangsung lancar, seperti saat penggantian kepemimpinan menyusul wafatnya Presiden Ebrahim Raisi dalam kecelakaan helikopter tahun lalu.

“Iran adalah negara yang memiliki sistem kelembagaan kuat. Proses pemilihan pemimpin tidak akan terpengaruh, bahkan dalam situasi perang sekalipun,” ujarnya, dilansir Gaza Media.

BACA JugaKhamenei dan 7 Pejabat Tinggi Iran Gugur Dalam Serangan AS-Israel

Ia juga menegaskan bahwa kesiapan militer Teheran tidak melemah meskipun sejumlah petinggi negara dilaporkan tewas dalam serangan tersebut. Hal itu, menurut dia, terlihat dari serangan balasan yang dilancarkan ke wilayah Israel serta sejumlah target lain di kawasan Teluk.

Read More

Ruyvaran menambahkan, institusi militer yang sebelumnya berada di bawah otoritas langsung Pemimpin Tertinggi diperkirakan tetap solid, bahkan akan meningkatkan respons sebagai bentuk pembalasan atas kematian para pemimpin mereka.

Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Ayatollah Ali Khamenei beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump lebih dahulu mengumumkan kabar tersebut.

Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan meliburkan seluruh kantor pemerintahan selama tujuh hari.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dalam pernyataannya menyebut “kesyahidan Pemimpin Ali Khamenei akan menjadi titik awal kebangkitan besar melawan para tiran dunia.”

Sementara itu, Garda Revolusi Iran berjanji akan membalas kematian sang pemimpin. Kantor berita Fars melaporkan Khamenei tewas di kantornya saat sedang menjalankan tugas pada Sabtu pagi.

BACA JugaIran Tegaskan Dukungan untuk Venezuela Melawan AS

Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2026.


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi sukabumiNews

Daftar atau

Related posts