sukabumiNews.id, TEHRAN – Enam awak kapal kontainer Touska berkebangsaan Iran dibebaskan setelah upaya yang dilakukan Iran untuk mengamankan kebebasan mereka, menurut informasi yang diperoleh Tasnim pada hari Rabu.
Dalam sebuah tindakan yang tampaknya merupakan pembajakan, pemerintahan teroris Amerika Serikat baru-baru ini membajak kapal kontainer Iran bernama Touska, yang sedang menuju Iran dengan 28 awak kapal berkebangsaan Iran di dalamnya.
Iran juga mengumumkan bahwa mereka menahan diri untuk tidak mengirim pasukan guna membebaskan kapal tersebut pada tahap ini karena adanya anggota kru Iran dan keluarga mereka.
Namun, Iran berencana untuk mengamankan kebebasan mereka melalui jalur resmi, dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk tujuan tersebut.
BACA Juga: Menlu Iran: AS akan Sangat Menyesali Serangan Terhadap Kapal Iran di Perairan Internasional
Seorang reporter Tasnim telah mengetahui bahwa berkat upaya tindak lanjut yang dilakukan oleh Iran, 6 anggota kru berkebangsaan Iran telah dibebaskan pada tahap ini dan saat ini berada di Iran.
Upaya Iran untuk membebaskan 22 awak pesawat Iran lainnya, yang saat ini disandera oleh pemerintahan teroris Amerika Serikat, sedang berlangsung.
Sebelumnya, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran mengatakan bahwa respons militer terhadap serangan angkatan laut Amerika terhadap kapal kontainer Iran Touska di Teluk Oman telah ditunda untuk memastikan keselamatan keluarga para awak kapal.
Pernyataan itu menambahkan bahwa setelah keselamatan keluarga dan anggota kru sepenuhnya terjamin, Angkatan Bersenjata Iran akan melakukan tindakan yang diperlukan terhadap “militer AS yang teroris.”
BACA Juga: Serang Iran, AS Kehilangan Peralatan Militer Senilai Rp33 Triliun
Angkatan Laut AS menyerang kapal kontainer Iran, Touska, saat berlayar dari China ke Iran, dan kemudian mengambil alih kendali kapal tersebut. Komando Pusat AS mengklaim kapal itu sedang menuju pelabuhan Bandar Abbas di Iran dan menuduh bahwa kapal tersebut mengabaikan peringatan berulang kali selama enam jam untuk mengosongkan ruang mesinnya.
Menyusul serangan itu, pasukan militer Iran melancarkan serangan pesawat tak berawak ke arah beberapa kapal militer AS di daerah tersebut sebagai balasan.
Perkembangan ini terjadi di tengah kebuntuan di Selat Hormuz, titik penting bagi pengiriman sekitar seperlima minyak dunia, di tengah ancaman blokade AS terhadap kapal-kapal yang menuju dan dari pelabuhan Iran.
BACA Juga: Jika Iran Memblokir Selat Hormuz, Apa Dampaknya, dan Negara Mana yang akan Paling Terpengaruh?
Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2026.







