sukabumiNews.id, ARAB SAUDI – Otoritas Arab Saudi pada Hari Senin membatasi akses ke Makkah hanya untuk Jemaah Haji, pemegang izin khusus dan penduduk setempat.
Aturan baru ini berlaku untuk orang-orang yang tidak memiliki izin kerja maupun izin haji, dan bukan penduduk Makkah, lapor Kantor Berita Saudi (SPA).
Izin akan dikeluarkan melalui portal online tertentu, dengan Musim Haji tahun ini akan dimulai pada akhir Mei, sedangkan izin Ibadah Umrah sementara telah dihentikan.
“Mulai Senin, 13 April, penduduk yang ingin memasuki Makkah harus mendapatkan izin resmi dari otoritas yang berwenang dan mereka yang tidak memiliki izin tersebut akan ditolak masuk,” lapor media pemerintah, melansir The National (14/4).
“Pengecualian berlaku untuk pemegang izin tinggal yang dikeluarkan di Makkah, mereka yang memiliki izin haji, dan mereka yang memiliki izin kerja untuk tempat-tempat suci yang dikeluarkan secara elektronik melalui platform Absher Individuals dan portal Muqeem, yang secara teknis terintegrasi dengan platform Tasreeh,” lanjutnya.
BACA Juga: Haji 2026 Dipastikan Aman, Dubes Arab Saudi Tegaskan Tak Terdampak Konflik Timur Tengah
“Penerbitan izin Umrah melalui platform Nusuk akan ditangguhkan untuk warga negara Arab Saudi, warga negara GCC (Dewan Kerja Sama Teluk), penduduk di dalam kerajaan dan pemegang visa lainnya, mulai Sabtu, 18 April,” tambahnya.
Kementerian Haji Arab Saudi mengatakan pelanggaran terhadap instruksi ini akan dikenakan sanksi sesuai hukum yang berlaku.
Sementara, otoritas berwenang di Makkah sedang bersiap untuk puncak Musim Haji tahun ini yang diperkirakan akan dipadati sekitar dua juta Jemaah dari berbagai belahan dunia.
Persiapan ibadah haji tahun ini dibayangi oleh ancaman konflik yang kembali memanas antara Iran dan Amerika Serikat, saat kedua pihak berupaya memperpanjang gencatan senjata yang akan berakhir minggu depan menjadi kesepakatan yang lebih permanen.
Upaya perundingan yang dilakukan di Islamabad, Pakistan pada akhir pekan mengalami kebuntuan dan gagal mencapai kesepakatan.
Perang tersebut, yang juga melibatkan Israel dan telah berlangsung selama 40 hari sebelum gencatan senjata sementara yang diumumkan pekan lalu, mengganggu lalu lintas udara di seluruh wilayah, dengan orang-orang di luar negeri tidak dapat mencapai Arab Saudi dan negara-negara lain dalam jumlah seperti biasanya.
BACA Juga: Antrean Haji Diperpendek Jadi 26 Tahun, Prabowo: Saya Berjuang Agar Lebih Ringkas Lagi
Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2026.







