Acara Bukber KNPI Kota Sukabumi Disinyalir Nyaris Memicu Konflik, Ini Penyebabnya!

Sejumlah pengurus dan anggota KNPI Kota Sukabumi saat hendak mengadakan kegiatan buka bersama di gedung secretariat, Rabu (18/3/2026). | sukabumiNews FOTO: Prim RK/Istimewa

sukabumiNews.id, KOTA SUKABUMI – Acara buka bersama (bukber) yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Sukabumi nyaris memicu konflik, menyusul kesulitan akses oleh pengurus baru saat hendak menggunakan gedung sekretariat tersebut.

Insiden bermula ketika jajaran pengurus KNPI Kota Sukabumi periode 2025–2028 tidak dapat membuka gerbang kantor sekretariat. Diduga, kunci gerbang belum diserahkan oleh kepengurusan sebelumnya, sehingga panitia terpaksa membuka akses secara paksa karena pertimbangan urgensi kegiatan.

Ketua KNPI Kota Sukabumi periode 2025–2028, Tantan Sutandi, kemudian mengambil langkah dengan menduduki kantor sekretariat sebagai bentuk penegasan hak kepengurusan yang dipimpinnya.

Tantan menjelaskan, KNPI merupakan organisasi kepemudaan berskala nasional yang memiliki struktur dari tingkat pusat hingga daerah, termasuk kota/kabupaten dan kecamatan. Ia mengakui adanya beberapa versi kepengurusan yang berkembang saat ini, namun Tantan menegaskan bahwa pihaknya memiliki dasar legalitas yang jelas.

BACA JugaDPP IPTI Ucapkan Selamat kepada Pengurus DPD KNPI Kab Sukabumi Periode 2025–2028

“Secara legal aspek, kami memiliki SK yang dapat dipertanggungjawabkan. Dari pusat juga telah dilakukan konsolidasi organisasi hingga terbentuk kepengurusan di tingkat DPD Kota Sukabumi,” ujarnya kepada sukabumiNews, melalui keterangan yang diterima, Rabu (18/3/2026).

Tantan menegaskan, kepengurusan yang dipimpinnya terbentuk berdasarkan hasil Musyawarah Daerah (Musda) pada 13 Desember 2025, yang menurutnya sah dan diakui di tingkat provinsi maupun pusat.

Read More

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa seluruh pemuda Kota Sukabumi memiliki hak yang sama dalam memanfaatkan fasilitas organisasi, termasuk kantor sekretariat KNPI.

Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), guna menjelaskan posisi kepengurusan.Namun, upaya mediasi yang dilakukan sebelumnya belum membuahkan hasil.

“Kami menilai pemerintah daerah belum objektif dan belum bersikap adil. Kami berharap pemerintah bisa berdiri netral sebagai pembina pemuda agar tidak terjadi konflik ke depan,” katanya.

Tantan juga menegaskan, gedung sekretariat KNPI bukan milik individu atau kelompok tertentu, melainkan aset publik yang diperuntukkan bagi seluruh pemuda Kota Sukabumi.

BACA JugaWakil Wali Kota Bobby Maulana Hadiri Rakorda yang Digelar DPD KNPI Kota Sukabumi

Ia mengaku pihaknya telah menempuh berbagai langkah komunikasi dan diplomasi, namun belum mendapatkan respons yang memuaskan dari pemerintah daerah.

“Kami berharap pemerintah segera merespons kondisi ini secara bijak agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Jika sampai terjadi konflik, maka tanggung jawab ada pada pemerintah daerah dan dinas terkait sebagai leading sector,” tegasnya.

Secara umum, konflik akses gedung merupakan dampak dari krisis legitimasi kepengurusan dan masalah hukum yang melibatkan pengurus inti, sehingga memicu ketegangan di antara pemuda dan OKP (Organisasi Kemasyarakatan Pemuda) di Kota Sukabumi.

Hingga saat ini, situasi di lokasi dilaporkan mulai kondusif, meski ketegangan antar pihak masih terasa.

BACA JugaDPC Organda Sukabumi Resmi Dilantik, Babah Mackdown Serukan Bersatu Demi Kota Sukabumi

Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2026.


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi sukabumiNews

Daftar atau

Related posts