Viral! Eks Akuntan Ungkap Dugaan Mark Up Pengadaan Pangan MBG, Ini Klarifikasi Kepala SPPG Lembursitu

Kepala SPPG Lembursitu 2 Kota Sukabumi, Fikri Febriansyah (tengah), didampingi Aslap Sandi Faturohman dan Pemilik Yayasan H. Wildan memberikan klarifikasi terkait dugaan mark up pesanan pembelian – Purchase order (PO) – pangan beras yang menyebut pesan 11 karung dari pemasok, datang 9, tapi laporan tetap 11. (sukabumiNews Foto: Prim RK)

Kepala Dapur SPPG Lembursitu 2 angkat bicara terkait tudingan korupsi pangan MBG yang viral di medsos soal pesan 11 karung beras, datang 9, tapi laporan tetap 11.

sukabumiNews.id, KOTA SUKABUMI – Pihak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lembursitu 2 akhirnya angkat bicara terkait video viral di media sosial yang menuding adanya dugaan mark up (penambahan jumlah) dalam pengadaan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam video yang beredar, seorang perempuan yang mengaku sebagai mantan akuntan dapur MBG menyebutkan adanya dugaan manipulasi dalam pengadaan bahan pangan, khususnya beras. Disebutkan bahwa pesan 11 karung beras dari pemasok, yang datang 9 karung, tapi laporan tetap 11.

Menanggapi tudingan tersebut, Kepala SPPG Lembursitu 2 Kota Sukabumi, Fikri Febriansyah, menegaskan bahwa persoalan yang terjadi sebenarnya dipicu oleh kesalahpahaman serta kurangnya komunikasi antara akuntan dengan tim dapur, termasuk ahli gizi.

Fikri menjelaskan, persoalan tersebut bermula dari adanya kekurangan bahan makanan yang diterima dapur saat proses penyortiran bahan baku dari pemasok. Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan sejumlah bahan yang dalam kondisi rusak dan tidak layak digunakan.

“Awalnya ini sebenarnya hanya miskomunikasi antara saya dengan pihak akuntan serta bagian gizi. Saat barang datang kami melakukan penyortiran sesuai PO awal, namun ternyata ada beberapa bahan yang rusak seperti beras, ayam, dan buah,” ujar Fikri ditemui sukabumiNews, Rabu (11/3/2026)

Read More
BACA JugaAslap Dapur SPPG Lembursitu 2 Tanggapi Isu Mark Up Bahan Baku MBG di Dapurnya

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pihak dapur harus segera mencari pengganti bahan makanan agar operasional dapur tetap berjalan sesuai jadwal.

“Kami terpaksa melakukan pembelian tambahan pada dini hari sekitar pukul 01.00 hingga 02.00. Kami langsung memesan kembali ke pihak koperasi untuk mengganti bahan yang rusak tersebut,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, jumlah bahan yang ditambah saat itu di antaranya sekitar tiga karung beras dengan total berat kurang lebih 75 kilogram serta sekitar 40 kilogram daging ayam.

Setelah persoalan tersebut ramai (viral) di media sosial pihak SPPG langsung melakukan pengecekan ulang data dan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat. Bahkan mengajak pihak akuntan untuk berdiskusi dan melakukan pengecekan data.

“Alhasil, setelah dilakukan pengcekan, memang benar ada kekeliruan dalam pendataan, karena adanya pembelanjaan tambahan yang tidak tercatat dengan baik,” katanya, seraya menegaskan bahwa kejadian tersebut bukanlah manipulasi data, melainkan kesalahan pencatatan yang dipicu oleh kurangnya komunikasi antar pihak.

BACA JugaWakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana Kunjungi Dapur SPPG MBG Citamiang

“Kesimpulannya itu misdata karena adanya pembelanjaan tambahan yang tidak terkomunikasikan dengan baik. Selain itu, saat itu pihak akuntan juga sedang sakit sehingga komunikasi tidak berjalan maksimal,” ujarnya.

Terkait isu pemecatan yang sempat beredar di media sosial, Fikri juga membantah kabar tersebut. Ia menegaskan bahwa yang terjadi bukan pemecatan, melainkan pengalihan tugas setelah melalui diskusi dengan pihak mitra.

“Sebenarnya bukan pemecatan. Kami hanya melakukan pengalihan ke mitra lain setelah dilakukan diskusi bersama. Hal itu juga karena pendataan dan komunikasinya dinilai kurang,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan, konten podcast yang sempat viral diduga muncul karena adanya kekecewaan pribadi dari pihak yang bersangkutan.

“Yang bersangkutan merasa kecewa karena ada beberapa komunikasi yang kurang nyaman, sehingga terbawa emosi dan membuat podcast tanpa terlebih dahulu berdiskusi dengan kami,” ungkapnya.


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi sukabumiNews

Daftar atau

Related posts