Prabowo disebut merupakan sosok pemimpin yang future oriented atau berorientasi masa depan.
sukabumiNews.id, JAKARTA – Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mengatakan, kementeriannya proaktif memberikan penjelasan kepada ormas Islam soal alasan Presiden Prabowo Subianto bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza. Hal ini sebagai bentuk dukungan dari Kemenag terhadap kebijakan pemerintah.
“Iya, bahkan kami proaktif ya. Kami kan punya 57 UIN se-Indonesia ya kan. Jadi memberikan menanggapi pernyataan Bapak Presiden beberapa waktu yang lalu, kita langsung adakan empat seminar ya,” kata Nasaruddin kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Menurut dia, Prabowo merupakan sosok pemimpin yang future oriented atau berorientasi masa depan. Nasaruddin menyebut Prabowo mampu membaca tanda-tanda zaman ke depan.
Hal ini diketahui Nasaruddin usai beberapa kali mendampingi Prabowo dalam pertemuan dengan beberapa kepala negara sahabat. Dia menilai Prabowo sangat luar biasa dalam menjalankan politik luar negeri.
“Ternyata Bapak Presiden future oriented-nya itu dahsyat gitu ya. Dan kita bersyukur Bapak Presiden mampu membaca tanda-tanda zaman ke depan begitu cepat,” ujarnya.
Singgung Perjanjian Hudaibiyah
Nasaruddin berharap keputusan pemerintah tepat untuk kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia. Terlebih, kata dia, posisi Indonesia di internasional saat ini sangat penting.
“Dan mudah-mudahan ini adalah jalan yang terbaik untuk bangsa kita karena posisi Indonesia itu kan sekarang ini sangat sangat sangat penting,” tutur Nasaruddin.
Dia menyampaikan hal yang dilakukan Prabowo mengingatkan pada Perjanjian Hudaibiyah antara Nabi Muhammad SAW dengan kaum Quraisy. Perjanjian tersebut awalnya disalapahami sahabat Nabi, namun keputusan terbaik di dunia Islam pada masa itu.
“Nah kita berharap semoga Bapak Presiden melalui doanya para ulama, doanya warga masyarakat, Indonesia akan semakin memiliki posisi penting dalam dunia internasional,” jelas Nasaruddin.
Prabowo Kumpulkan Pimpinan Ormas Islam
Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah pimpinan ormas Islam serta tokoh Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026). Mulai dari, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, hingga Syarikat Islam.
Pertemuan tersebut akan membahas keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Pemerintah akan menjelaskan alasan Indonesia bergabung dalam organisasi tersebut.
“Kementerian Luar Negeri pada pertemuan siang hari ini adalah mengebai pembicaraan mengenai BoP. Penjelasan-penjelasan akan dilajukan seputar isu tersebut,” kata Menteri Luar Negeri Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Dia mengaku diminta Presiden Prabowo untuk hadir dalam pertemuan dengan tokoh Islam. Sugiono akan menjelaskan kepasa tokoh Islam soal organisasi Board of Peace.
“Kita dipanggil oleh Bapak Presiden dalam rangka juga menghadiri pertemuan dengan para tokoh agama, tokoh Islam yang siang ini diundang oleh Bapak Presiden di Istana untuk membicarakan beberapa hal,” ujarnya.
Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya. Selain soal kondisi dalam negeri, dia menuturkan salah satu hal yang dibahas yakni, soal Board of Peace.
“Tentunya ya. Pasti semua akan dibahas, salah satunya tentang itu. Tadi saya bilang bahas kondisi dalam negeri dan luar negeri,” tutur Teddy.
Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.









