Komisi Eropa akan Mengambil Tindakan Baru terhadap Israel

Juru Bicara Komisi Eropa, Paula Pinho, mengatakan rincian lengkap paket tersebut belum diungkapkan. Namun diperkirakan akan mencakup penghentian sementara akses istimewa Israel ke pasar Eropa melalui perjanjian perdagangan yang ada. (Foto: Dok. Parstoday)

sukabumiNews, BRUSSELS – Komisi Eropa dijadwalkan akan mengumumkan paket tindakan baru terhadap Israel pada hari Rabu, 17 September 2025. Tindakan ini termasuk usulan untuk menangguhkan beberapa ketentuan perdagangan dalam Perjanjian Asosiasi Uni Eropa-Israel, menyusul laporan genosida PBB dan meningkatnya tekanan internasional.

Juru bicara Komisi, Paula Pinho mengatakan kepada media bahwa rincian lengkap paket tersebut belum diungkapkan, namun diperkirakan akan mencakup: – Penghentian dukungan bilateral kepada pemerintah Israel – Sanksi terhadap menteri-menteri Israel yang telah dicap sebagai ekstremis dan penjarah ilegal – Penghentian sementara akses istimewa Israel ke pasar-pasar Eropa melalui perjanjian-perjanjian perdagangan yang ada.

Dilansir dari Astro Awani, tangkah ini menyusul pidato kenegaraan tahunan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen minggu lalu, di mana ia menyatakan bahwa Eropa perlu berbuat lebih banyak untuk mengatasi krisis kemanusiaan di Gaza.

BACA Juga: Spanyol Panggil Perwakilan Israel Menyusul Pernyataan Penghinaan PM Sanchez

Von der Leyen juga mengumumkan pembentukan Kelompok Kontributor Palestina bulan depan, termasuk instrumen khusus untuk rehabilitasi Gaza, dan menyerukan gencatan senjata segera dan akses tanpa hambatan terhadap bantuan kemanusiaan.

Uni Eropa merupakan mitra dagang terbesar Israel, dengan perdagangan mencapai €42,6 miliar tahun lalu.

Setiap penangguhan perjanjian perdagangan memerlukan dukungan mayoritas yang memenuhi syarat dari 15 dari 27 negara anggota yang mewakili 65% populasi UE.

Read More

Israel sebelumnya menolak tuduhan genosida dan menggambarkan pernyataan von der Leyen sebagai propaganda Hamas, sementara Menteri Luar Negeri Gideon Saar mengkritik Uni Eropa karena mengirim pesan yang salah ke Timur Tengah.

BACA Juga: Terbesar dalam Sejarah, Bantuan AS untuk Genosida di Gaza Capai Rp 280 T

Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2025


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi sukabumiNews

Daftar atau

Related posts