sukabumiNews.id, BLORA (JATENG) – Inisiatif Bapak Totok untuk melestarikan seni budaya Karawitan, di Desa Pojok Watu, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), merupakan langkah yang sangat positif dan patut diapresiasi.
Kegiatan membina dan melatih masyarakat setempat dalam memainkan seni musik tradisional Jawa yang berpusat pada permainan alat musik Gamelan ini dilakukannya dengan telaten dan ikhlas, sejak dari tiga tahun lalu.

“Alhamdulillah, didukung dengan ketelatenan dan kesabaran mereka, kini mereka sudah cukup piawai dalam memainkan musik gamelan,” ujar Totok kepada sukabumiNews, ditemui di sela-sela kegiatannya di tempat latihan yang belokasi di Kampung Pojok Waktu RT 03/01, Desa Pojok Watu, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (27/12/2025) malam.
Menurut Totok, latihan memukul alat musik Gamelan oleh warga yang didominasi emak-emak milenial ini dilakukan dua kali dalam seminggu, yaitu malam Rabu dan malam Jum’at.
“Tapi karena malam Jum’at kemarin ada anggota pemain yang berhalangan, jadi diganti malam (Sabtu) ini,” ungkapnya.
Ketua Grup Karawitan ‘Ngesti Laras’ ini mengaku peduli terhadap kelestarian seni musik tradisional khas Jawa, lantaran menilai bahwa kesenian gamelan ini sudah mulai luntur, seiring dengan perkembangan dunia moderen saat ini.
Baca Juga: Wali Kota Bandung Apresiasi Pasar Seni ITB Usai Vakum 11 Tahun
Ia juga menceritakan bahwa sejak tiga tahun ke belakang tepatnya tahun 2022, mereka sama sekali tidak tahu apa-apa tentang alat musik gamelan, apalagi memainkannya. Namun berkat ketelatenan Suawandi (pelatih) dalam memberikan pelatihan, mereka kini bisa menguasai alat musik tersebut.
“Bahkan mereka tidak ragu untuk tampil mengiringi hajatan pengantin, acara ketoprak, wayang kulit, dan ruwatan. Jadi sudah menerima job,” ungkap Totok, seraya tersenyum.
Perlu diketahui bahwa ciri khas dari pemain Karawitan Ngesti Laras ini, ibu-ibunya tidak memakai sanggul, tetapi mengenakan Jilbab atau Kerudung selaku syi’ar, dan untuk menghilangkan kesan bahwa pemain karawitan ini jelek. “Jadi penampilan kita tetap seperti ini memakai Jilbab, kecuali Sinden,” tuturnya.
Di sisi lain, Totok juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan yang dilkukannya, khususnya kepada Anggota DPRD Kabupaten Blora dari Fraksi Partai Golkar, Ir Siswanto. “Karena berkat dukungan beliau juga, alat musik gamelan di sini bisa dimainkan oleh mereka,” ujarnya.
Totok berharap, ke depan pemerintah daerah bisa memperhatikan seni budaya ini agar lebih maju. “Apalagi sekarang sudah ada kementerian khusus yang membidangi masalah kebudayaan, yang dijabat oleh Menteri Kebudayaan yaitu bapak Fadli Zon,” pungkasnya.
BACA Juga: Desy Ratnasari dan Ayep Zaki Ditetapkan Selaku ‘Indung jeung Bapa’ Budaya Kota Sukabumi
Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2025.









