Minyak Dunia Melonjak, Harga BBM Pertamina, Shell, bp, dan Vivo Masih Stabil

Ilustrasi Harga bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina, Shell, bp, dan Vivo tercatat stabil sejak awal Maret. (Foto: olx)

sukabumiNews.id, JAKARTA – Harga bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina, Shell, bp, dan Vivo tercatat stabil sejak awal Maret, di tengah pecahnya perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Dikutip Republika dari laman resmi Pertamina di Jakarta, Senin (9/3/2026), harga Pertamax Series dan Pertamina Dex Series masih stabil sejak awal Maret 2026.

Berikut rincian harga BBM SPBU Pertamina di Jakarta;

Pertalite Rp 10.000 per liter; Solar subsidi Rp 6.800 per liter; Pertamax Rp 12.300 per liter; Pertamax Turbo Rp 13.100 per liter; Pertamax Green Rp 12.900 per liter; Dexlite Rp 14.200 per liter; dan Pertamina Dex Rp 14.500 per liter.

Sementara itu, meskipun masih mengalami kelangkaan stok, harga BBM di SPBU Shell juga terpantau stabil sejak awal Maret.

Adapun rincian harga BBM di SPBU Shell sebagaimana dikutip dari laman resminya adalah sebagai berikut:

Shell Super Rp 12.390 per liter; dan V-Power Diesel Rp 14.620 per liter.

Read More

Selanjutnya, harga BBM di SPBU bp juga menunjukkan kondisi serupa dengan SPBU Shell dan Pertamina, yakni stabil dibandingkan dengan harga pada awal Maret.

Berikut rincian harga BBM di SPBU bp:

BP Ultimate Rp 12.930 per liter; BP 92 Rp 12.390 per liter; dan BP Ultimate Diesel Rp 14.620 per liter.

Sementara itu, harga BBM di SPBU Vivo juga tidak menunjukkan perubahan sejak awal Maret 2026.

Berikut daftar harga BBM di SPBU Vivo:

Revvo 92 Rp 12.390 per liter; Revvo 95 Rp 12.930 per liter; serta Diesel Primus Rp 14.610 per liter.

Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS per Barel

Harga minyak global melonjak melewati 100 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak 2022 akibat dampak perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang terus mengganggu pasokan minyak dunia hingga sekitar 20 juta barel per hari.

Akhir pekan yang diwarnai peningkatan kekerasan di Timur Tengah memperparah kekhawatiran tentang krisis pasokan energi berkepanjangan. Situasi ini mendorong harga minyak ke level tertinggi dalam empat tahun serta memicu aksi jual besar-besaran di pasar saham global.

Sedikitnya lima lokasi energi di dan sekitar Teheran dilaporkan terkena serangan, yang memicu laporan mengenai kondisi “apokaliptik” di ibu kota Iran. Perusahaan minyak nasional Kuwait juga mengumumkan pengurangan produksi sebagai langkah pencegahan di tengah serangan balasan Iran.

Selat Hormuz salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia, dilaporkan praktis ditutup selama sepekan. Jalur ini biasanya dilalui sekitar seperlima kapal tanker minyak dan gas global.

Minyak mentah Brent, yang menjadi patokan internasional, melonjak 16,6 persen menjadi 108,10 dolar AS per barel saat perdagangan pekan baru dimulai di pasar Asia Pasifik. Ini menjadi pertama kalinya harga minyak melampaui ambang psikologis tersebut sejak invasi Rusia ke Ukraina.

Harga patokan minyak mentah Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), juga melonjak 19,6 persen menjadi 108,72 dolar AS per barel.

BACA Juga: Purbaya Ungkap Harga Asli BBM Pertalite, Bukan Rp10.000 per Liter

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut lonjakan harga energi sebagai “harga yang sangat kecil untuk dibayar” demi keamanan global. “Lonjakan harga minyak ini merupakan harga yang sangat kecil untuk dibayar bagi Amerika Serikat dan dunia demi keamanan dan perdamaian,” kata Trump pada Ahad melalui media sosial.

Trump menyebut lonjakan harga energi hanya bersifat jangka pendek dan memperkirakan harga minyak akan kembali turun setelah ancaman nuklir Iran berhasil diatasi. Di sisi lain, pemerintah Iran memperingatkan serangan Amerika Serikat dan Israel berpotensi mendorong harga minyak jauh lebih tinggi.


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi sukabumiNews

Daftar atau

Related posts