Survei Litbang Kompas Program Dedi Mulyadi dengan Kepuasan Tinggi: Ada Barak Militer Sampai Jam Malam

Gubernur Jabar Kang Dedi Mulayadi (KDM)

sukabumiNews, JAKARTA – Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan, 77,9 persen warga Jawa Barat puas dengan kinerja Gubernur Dedi Mulyadi. Tingginya tingkat kepuasan ini tentu tidak lepas dari persepsi masyarakat terhadap program dan kebijakan yang diberlakukan oleh Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan.

Dari sejumlah program Dedi Mulyadi, muncul beberapa di antaranya mendapatkan kepuasan tinggi dari warga Jabar. Dari 17 program, sederet program di bawah ini tampak paling menonjol dengan tingkat kepuasan publik di atas 80 persen. Survei ini dilaksanakan pada 1-5 Juli 2025.

Program-program yang dulunya disorot justru mendapatkan dukungan publik yang besar, di antaranya penertiban siswa lewat barak militer, pelarangan study tour, penerapan jam malam, larangan wisuda sekolah, membongkar wahana, penertiban bangunan liar, pembangunan sekolah hingga penyediaan listrik.

Survei mencatat, kepuasan warga Jabar terhadap penertiban siswa melalui barak militer mencapai 95,7 persen dan 96,2 persen menganggap penting. Kebijakan pembongkaran wahana diapresiasi 95,5 persen dan 86,5 persen menanggap penting.

Warga Jabar yang puas dengan penerapan jam malam mencapai 89,3 persen dan 88,9 menganggapnya penting. Kebijakan larangan study tour didukung oleh 84,9 persen warga Jabar dan 71,9 menganggapnya penting.

Berikutnya, 83 persen warga puas dengan kebijakan Dedi Mulyadi melarang wisuda sekolah dan 75 persen menganggapnya penting, penertiban bangunan liar juga mendapatkan kepuasan tinggi di angka 94,5 persen dan 88,9 persen menganggapnya penting. Lalu ada program pembangunan ruang kelas baru yang didukung 91,6 persen warga Jabar dan 94,6 persen menganggapnya penting

Read More

Program Perlu Sosialisasi

Meskipun begitu, survei Litbang Kompas menunjukkan masih ada sejumlah program dan kebijakan yang perlu sosialisasi lebih. Sebanyak enam program tercatat memiliki tingkat pengetahuan publik yang relatif rendah, yakni di bawah 50 persen.

Keenam program dan kebijakan tersebut adalah evaluasi terhadap seluruh izin tambang di Jawa Barat, mengaktifkan kembali jalur kereta peninggalan era kolonial, pemangkasan anggaran hibah pesantren, pembangunan ruang kelas baru di sekolah-sekolah, pengembangan monorel di wilayah Bandung dan sekitarnya, serta pemberian bantuan bagi perusahaan yang ingin berinvestasi.

Tiga Persoalan Mendesak Warga

Selain itu, hasil survei menunjukkan, ada tiga persoalan utama yang dirasakan oleh publik Jabar dengan tingkat kepuasan di kisaran 50 persen ke bawah. Ketiga persoalan ini adalah terkait bantuan langsung untuk kesejahteraan masyarakat, pengentasan kemiskinan, dan penyediaan lapangan kerja.

Selaras, survei juga menangkap beberapa permasalahan yang paling mendesak untuk ditangani di Jabar. Jika diurutkan, empat permasalahan yang dirasa paling mendesak adalah lapangan pekerjaan, perbaikan jalan, permasalahan ekonomi dan ketersediaan barang pokok dengan harga terjangkau, serta pemerataan dan bantuan pendidikan. (Liputan6)

Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2025


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi sukabumiNews

Daftar atau

Related posts