sukabumiNews, KOTA SUKABUMI – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Tinggi Hukum (STH) Pasundan memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia dan penguatan tata kelola pemerintahan di daerah.
Hal tersebut disampaikannya Bobby Maulana saat menghadiri Undangan Wisuda STH Pasundan yang berlangsung di Gedung Harsa, Jalur Lingkar Selatan, Rabu (28/01/2026).
Bobby menyampaikan apresiasi atas kontribusi panjang STH Pasundan yang telah berdiri sejak 1964 dan konsisten melahirkan lulusan berkualitas.
Menurutnya, STH Pasundan tidak hanya mencetak ahli hukum profesional, tetapi juga berkontribusi nyata dalam dinamika sosial dan pemerintahan di Kota Sukabumi. Ia juga mengatakan bahwa STH Pasundan merupakan bagian integral dari misi “Mensundakan Sukabumi”.
Ditambahkannya bahwa sebagai kota yang memiliki keterikatan historis dengan nilai-nilai budaya Sunda, STH Pasundan telah melahirkan banyak tokoh penting, baik di bidang akademik hingga figur publik, yang berkontribusi di berbagai sektor kehidupan.
“STH Pasundan hadir untuk memberikan dampak luar biasa, tidak hanya melahirkan ahli hukum profesional, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan secara sosial pemerintahan bagi Kota Sukabumi,” ujar Bobby Maulana.
Hadir dalam acara Wisuda tersebut Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si selaku sesepuh dan Ketua Paguyuban Pasundan, Dr. Lukman, S.T., M.Hum selaku Ketua LLDIKTI, Ketua Yayasan YPT Pasundan, Ketua STH Pasundan, serta para orang tua wisudawan.
Kehadiran para tokoh ini menegaskan kuatnya ikatan historis dan kultural antara STH Pasundan dan nilai-nilai kepasundanan di Jawa Barat, khususnya Kota Sukabumi.
Solusi Konkret Menekan Angka Pengangguran
Di tengah tantangan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Sukabumi yang mencapai 8,19 persen dan berada pada posisi ketiga di Jawa Barat, Pemerintah Kota Sukabumi menawarkan langkah strategis bagi para lulusan perguruan tinggi.
Salah satunya melalui kolaborasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).
Program tersebut meliputi penyaluran pekerja migran profesional, baik ke luar negeri maupun ke wilayah regional, yang didukung pelatihan intensif.
Pemerintah menargetkan kuota hingga 500 orang per kecamatan atau sekitar 3.500 orang pada tahun ini, dengan kompensasi gaji yang representatif serta dukungan sektor perbankan guna menjamin kesejahteraan peserta.
Kolaborasi Pendidikan dan Implementasi Hukum
Selain itu, Pemerintah Kota Sukabumi juga telah menjalin pembicaraan dengan Yayasan Pasundan untuk memperkuat kerja sama teknis di bidang pendidikan hukum.
Direncanakan mulai Semester 5, mahasiswa STH Pasundan akan mendapatkan kesempatan mengimplementasikan ilmu melalui kerja sama dengan Bagian Hukum Pemerintah Daerah.
Langkah ini diharapkan dapat memastikan lulusan tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan birokrasi dan pasar kerja global.
Hal tersebut menjadi penting seiring proyeksi berkembangnya kawasan industri di Sukabumi pada tahun 2026 mendatang.
Melalui sinergi budaya, pendidikan, dan solusi ekonomi tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama dengan semangat, “Bersatu, Berdaulat Menuju Terlahirnya Masyarakat yang Adil dan Makmur”.
BACA Juga: Wali Kota Sukabumi Tegaskan Komitmen Bangun Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Sehat
Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.









