Ledakan Terjadi di Universitas Swasta, Satu Orang Meninggal, 9 Lainnya Luka-luka

Kepala Kepolisian Kuala Lumpur, Datuk Fadil Marsus memberikan keterangan mengenai perkembangan terbaru terkait insiden ledakan yang terjadi di Universitas HELP, Bukit Damansara, Senin, 12 Januari 2026. (Foto arsip/Bernama)

sukabumiNews.id, KUALA LUMPUR – Seorang pekerja kontraktor dinyatakan meninggal dunia menyusul insiden ledakan di sebuah universitas swasta di Bukit Damansara pada Senin, 12 Januari 2026.

Menurut Kepala Kepolisian Kuala Lumpur, Datuk Fadil Marsus, Polisi telah mengklasifikasikan kematian seorang pekerja kontraktor tersebut sebagai kematian mendadak (SDR).

Hal ini dikatakan Datuk Fadil Marsus, ketika mengomentari perkembangan terbaru terkait insiden ledakan yang terjadi di Universitas HELP, Bukit Damansara, Senin. Dalam insiden tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia sementara sembilan lainnya, termasuk empat siswa, mengalami luka-luka.

Ia mengumumkan bahwa Departemen Forensik hari (Selasa) ini akan kembali ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengumpulkan bukti terkait insiden tersebut.

Menurutnya, investigasi tersebut akan melibatkan kerja sama berbagai instansi termasuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Malaysia (JBPM) dan tim forensik.

BACA JugaWarga Cidahu Kaget, Terdengar Suara Ledakan di Sumur Pertamina

“Hari ini, Departemen Forensik akan kembali ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Seluruh tim pemadam kebakaran dan Departemen Forensik akan bergerak ke sana untuk mendapatkan laporan terbaru tentang insiden tersebut,” ujarnya, kepada Astro Awani, Selasa (13/1).

Read More

“Untuk pihak kepolisian, kami akan membuka SDR (Special Detection Report) karena kasus ini melibatkan satu kematian. Korban lainnya masih menjalani perawatan, dan jumlah total korban tetap 10 orang,” terangnya.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan Tinggi (KPT) dalam sebuah pernyataan menginformasikan bahwa pihaknya memandang serius insiden ledakan yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka di lembaga pendidikan tinggi tersebut.

Menurut Kementerian Pendidikan, universitas tersebut diinstruksikan untuk segera melakukan inspeksi keselamatan dan memastikan bahwa area yang terkena dampak telah disertifikasi aman oleh pihak berwenang sebelum diizinkan untuk digunakan kembali.

Kementerian Pendidikan menekankan bahwa keselamatan siswa dan penghuni kampus adalah prioritas utama, dan mereka akan terus memantau perkembangan penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwenang.

BACA JugaTegas! PM Anwar Ibrahim Larang Kapal Israel Berlabuh di Wilayah Malaysia

Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2026.


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi sukabumiNews

Daftar atau

Related posts