Ia berharap ekspor beras Indonesia dapat terus meningkat ke depan, termasuk untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi yang potensinya diperkirakan jauh lebih besar.
“Mudah-mudahan ke depan bisa kita ekspor lebih besar lagi. Tetapi khusus untuk jemaah kita, Saudi Arabia itu perkiraan antara 20-50 ribu ton. Kemudian nanti ke negara lainnya lagi. Nah yang sekarang ini 2.280 ton,” katanya.
Adapun beras yang dikirim merupakan hasil pengadaan gabah segar petani dalam negeri yang diproses melalui Rice Milling Unit (RMU) modern berstandar tinggi. Produk tersebut telah melalui uji laboratorium, memenuhi standar ekspor internasional, serta tersertifikasi halal.
Pemerintah juga memastikan ekspor ini tidak akan mengganggu ketersediaan beras di dalam negeri. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) disebut tetap berada dalam kondisi aman sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Ekspor beras untuk konsumsi jemaah haji Indonesia ini juga menjadi yang pertama kalinya dilakukan secara khusus. Pemerintah menilai langkah ini sekaligus menunjukkan kemampuan Indonesia menyediakan beras berkualitas premium untuk pasar internasional.
BACA Juga: Awal 2026, Cadangan Beras Pemerintah Mencapai 3,24 Juta Ton
Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2026.







