BGN Minta Mitra SPPG Tidak Boleh Lepas Tanggung Jawab dari Dapur MBG

Ilustrasi (ANTARA)

sukabumiNews.id, JAKARTA – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, meminta agar mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak lepas tanggung jawab terhadap pelaksanaan operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Anda (mitra SPPG) di rumah, hanya menyuruh pembantu atau siapa untuk melihat dapur, terus Anda kongko-kongko (nongkrong) dapat Rp6 juta sehari, itu keterlaluan,” ujar Nanik dilansir ANTARA, Senin, 9 Februari.

Nanik menegaskan, mitra sehari-hari harus ikut memantau bagaimana sistem tata kelola dapur MBG dijalankan, bahkan merogoh kocek untuk menyiapkan kepala koki cadangan agar ikut mengawasi seluruh alur memasak.

“Uang insentif Rp6 juta sehari itu sudah termasuk uang sewa peralatan dapur, maka mitra SPPG harus menyiapkan segalanya dengan baik dan berkualitas. Semua peralatan yang dipakai di dapur MBG wajib dalam kondisi baru,” katanya.

Ia menekankan mitra juga harus membangun dapur sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) BGN karena penilaian Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari dinas kesehatan harus berdasarkan hal tersebut.

BACA Juga191 Dapur MBG di Kabupaten Sukabumi Beroperasi Tanpa Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Selain itu, mitra wajib merekrut relawan dengan persyaratan tes kesehatan terlebih dahulu, kemudian dilakukan lagi tes yang sama secara berkala selama empat bulan sekali. Mitra juga harus mendaftarkan karyawan untuk ikut BPJS Ketenagakerjaan.

Read More

Namun, Nanik menegaskan mitra tidak diperkenankan mengintervensi, mendominasi, atau menyetir dapur SPPG.

“Masa’ makanan sudah disusun ahli gizi terus (mitra) mengambil alih. Ini yang terjadi viral, yang sekarang lagi ramai, ini intervensi. Lhasampeanitu, yang pintar itu ahli gizi,opo sampean? (Yang pintar itu ahli gizi atau Anda?), lho kok malah mengatur ahli gizi karena belanjanya bisa murah, sehingga bisa untung banyak,” tuturnya.

Nanik juga mengingatkan, penutupan sementara dapur kini bukan karena ketika terjadi insiden keamanan pangan, melainkan juga jika mitra terbukti melakukan penyalahgunaan anggaran.

“Yang kitasuspendjuga adalah kalau bapak/ibu mitra tidak benar dalam menggunakan anggaran Rp 10 ribu, akan kita audit. Nah, kalau enggak benar kitasuspend,” ucap Nanik.

BGN menegaskan, penyalahgunaan anggaran menjadi perhatian serius karena berdasarkan investigasi yang dilakukan tim selama ini, banyak ditemukan permainan anggaran belanja bahan baku yang dilakukan mitra, bahkan terbukti kong-kalikong dengan oknum kepala SPPG, padahal, hal tersebut dapat berdampak pada kualitas makanan yang jelek dan tidak memenuhi nilai gizi.

“Mitra memang berhak berbelanja bahan makanan untuk dapur MBG, mengingat SPPG sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak diperbolehkan bersentuhan dengan transaksi jual beli, tetapi, semua yang dibelanjakan mitra harus sepengetahuan kepala SPPG. Sebaliknya, kepala SPPG pun harus mengetahui harga pasar dan harga eceran tertinggi, sehingga tidak dipermainkan atau dibohongi mitra,” paparnya.

Nanik menegaskan akan menutup dapur-dapur MBG dengan mitra yang nakal dan terbukti menaikkan harga bahan baku.

“Begitu saya tahu dan menemukan mitra intervensi dalam penentuan menu dan belanja bahan baku kualitas nomor dua, saya akan langsungsuspendsatu minggu,” ucap Nanik.

BACA JugaSPPG Berkah Cireunghas Mengaku Dapurnya Telah Memenuhi Standar Profesional

Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2026.


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi sukabumiNews

Daftar atau

Related posts