sukabumiNews.id, SUMEDANG – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan dorongan agar Benteng Gunung Kunci dan Benteng Palasari di Kabupaten Sumedang naik status menjadi cagar budaya nasional. Penegasan itu disampaikan saat ia meninjau kawasan Tahura Gunung Kunci–Palasari, pada Sabtu 17 Januari 2026, dengan sorotan pada fungsi edukasi dan riset yang belum tergarap optimal.
Fadli menyebut Benteng Gunung Kunci sebagai bukti penting sejarah militer kolonial Belanda. Dibangun sekitar 1917, struktur benteng dinilai kompleks dan saling terhubung untuk pemantauan, logistik, hingga fungsi administratif. Ia menilai Benteng Gunung Kunci dan Palasari merupakan satu rangkaian pertahanan yang dibangun pada periode Perang Dunia I.
Di Benteng Palasari, Fadli menekankan perlunya kajian mendalam. Menurutnya, identifikasi awal menunjukkan sedikitnya delapan benteng dibangun pada awal abad ke-20. “Riset harus menjawab bagaimana benteng ini dibuat, digunakan, dan perannya kala itu. Struktur bangunannya kuat, dengan ruang-ruang yang fungsinya beragam,” kata Fadli.
Ia menegaskan riset harus dilakukan lintas sektor—melibatkan Kementerian Kebudayaan, Pemkab Sumedang, komunitas, dan masyarakat—agar narasi sejarahnya utuh dan dapat dihadirkan ke publik. Status cagar budaya nasional, lanjutnya, juga penting untuk menjaga ekosistem kawasan yang sudah relatif baik dan menyatu dengan lanskap hutan.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyatakan dukungan penuh. Pemkab, kata dia, siap merawat kawasan dan mengembangkannya sebagai ruang edukasi serta wisata sejarah bagi masyarakat.
Tahura Gunung Kunci–Palasari menyimpan jejak pertahanan kolonial, termasuk Benteng Gunung Kunci yang pernah berfungsi sebagai penjara dan gudang amunisi, serta Benteng Palasari sebagai pos pengintai strategis. Fadli menekankan bahwa aset budaya ini harus “hidup”—punya narasi kuat, berfungsi edukatif, dan tetap menjaga ekosistem sekitarnya.
Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2026.









