sukabumiNews, SUMEDANG – Suwandi, pemuda Buton, Sulawesi Tenggara mengukir prestasi sebagai lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan XXXII (ke-32) Tahun 2025. Suwandi bukanlah anak dari kalangan ekonomi kaya.
Kedua orang tuanya adalah penjual bakso yang berjualan di depan rumah. Pemuda 22 tahun itu memiliki tekad untuk sukses dan membahagiakan kedua orang tua.
“Alhamdulillah sebelumnya tidak menyangka (lulusan terbaik), saya dari daerah yang cukup jauh, bukan dari daerah yang kota. Namun bisa survive, bisa mencapai nilai tertinggi IPDN angkatan 32,” kata Suwandi kepada awak media, Senin (28/7/2025).
Sebagai anak tunggal, orang tua mendukung penuh perjuangan Suwandi untuk menempuh pendidikan tinggi. Suwandi bercerita perjuangan untuk seleksi masuk IPDN yang tidak mudah.
BACA Juga: Marak Study Tour Jelang Kelulusan Sekolah, Begini Kata Anggota Komisi V DPRD Jabar
BACA Juga: Dede Farhan Aulawi Beri Motivasi Pendidikan dalam Peringatan 1 Abad Ponpes Al-Majidiyah
Suwandi mengawali perjuangan masuk IPDN pada 2021, ketika Indonesia dihantam pandemi Covid-19 dan situasi serba sulit. Suwandi harus menempuh perjalanan dengan kapal laut 6-8 jam menuju ibu kota provinsi, Kendari.
“Saya masuk di tahun 2021. Saya dari Kabupaten Buton yang jauh jaraknya dari ibu kota provinsi, kota Kendari. Tapi dengan itu, tidak menyurutkan semangat saya untuk menjadi seorang praja,” kata Suwandi.
Hasil tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) 446 atau tiga terbaik di Sulawesi Tenggara dan dinyatakan lolos seleksi. Kini, Suwandi telah resmi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) usai dilantik sebagai Pamong Muda Praja.
BACA Juga: Kemenag Segera Membuka Seleksi Petugas Haji 2025, Cek Syarat dan Tahapannya
Suwandi berharap dapat menduduki jabatan strategis di pemerintahan. Pemuda 22 tahun itu, juga berharap dapat menjalankan tugas dengan amanah sebagai abdi negara.
“Semoga kami dapat dilancarkan dalam tugas-tugas dalam pelaksanaan tugasnya. Semoga juga kami bisa untuk menduduki jabatan- jabatan strategis di pemerintahan,” harapnya.
Sementara itu, ibu Suwandi, Wamersi bangga dengan putra tunggalnya karena sebagai lulusan terbaik. Adapun ayah, Samin berpesan kepada Suwandi agar tetap rendah hati.
“Pesan untuk Suwandi agar rendah hati, dan tidak sombong. Harapan dari orang tua, semoga berbakti kepada orang tua, tidak sombong dan rendah hati,” kata Samin.
BACA Juga: Joman Curiga Eks Rektor UGM Sofian Effendi Tiba-Tiba Tarik Pernyataannya Soal Ijazah Jokowi: Seperti Ada Settingan
Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2025









