Orang Tua Siswa SDN 4 Pasirhalang Keluhkan Menu MBG Yayasan Khasanah Ibu Bahagia

Sejumlah orang tua Siswa SDN 4 Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi mengeluhkan kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan salah satu Dapur MBG di bawah naungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Khasanah Ibu Bahagia. (Foto: Prim RK/ sukabumiNews)

Sajian menu MBG dinilai tidak layak konsumsi, sejumlah orang tuan dan elemen masyarakat pun turut memberi tanggapan

sukabumiNews, KAB SUKABUMI – Sejumlah orang tua Siswa SDN 4 Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi mengeluhkan kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan salah satu Dapur MBG di bawah naungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Khasanah Ibu Bahagia.

Pasalnya, menu dari program MBG yang dimaksudkan demi meningkatkan asupan gizi anak sekolah tersebut tidak layak konsumsi. Mereka menilai, selain soal kebersihan, menu yang disajikan juga kerap tidak sesuai dengan harapan. Terkadang bau busuk jika dicium.

Salah satu orangtua siswa penerima manfaat dari SDN 4 Pasirhalang, Rizki Lestari (36) mengatakan, bahwa dirinya mengaku kecewa dengan mutu makanan yang diterima anaknya. Ia bahkan menyebut, keluhan semacam ini sudah berulang kali disampaikan oleh para wali murid, namun tak kunjung ada perbaikan berarti.

“Pernah anak saya bawa pulang jeruk busuk, lalu diganti salak kecil-kecil yang juga busuk. Kadang ayamnya bau, sayurnya asam, bahkan pernah ada ulat di sawi waktu menu mie ayam. Anak-anak jadi nggak mau makan,” ungkap Rizki dalam keterangan yang diterima sukabumiNews, Senin (6/10).

“Anak-anak mintanya telur bulat, tapi katanya biar irit, dijadikan telur dadar tipis untuk dua kotak makan. Kadang saya lihat kualitas telurnya juga jelek, bisa jadi telur pecah yang dibeli murah. Kita nggak tahu kebersihannya seperti apa,” terangnya.

BACA Juga: Menu MBG Salah Satu Dapur di Kecamatan Gegerbitung Sukabumi Disorot Warga

Tak hanya lauk, kata Rizki, porsi camilan (snack) yang disediakan pun dinilai tidak sesuai ketentuan. “Katanya tiap snack ada dua item, tapi kadang cuma satu. Saya konfirmasi ke dapur MBG, alasannya selalu sibuk dan kejar waktu,” bebernya.

Read More

Dampak buruk dari kualitas makanan tersebut juga mulai dirasakan oleh sebagian siswa. Rizki mengungkapkan, pernah ada anak yang mengeluh pusing usai mengonsumsi menu MBG. Meski tidak parah, namun dirinya selalu mengingatkan kepada anak-anaknya supaya tidak mengonsumsinya jika makanan tercium bau atau asam.

“Pernah Bahkan beberapa kali saya menemukan lauk ayam belum benar-benar matang (sempurna), masih ada darahnya. Kalau sudah begitu, saya suruh anak saya buang saja,” tegas sosok orang tua wali murid yang akrab dipanggil Teh Kiki ini.

Menaggapi hal ini, Rizki mengaku sudah beberapa kali menyampaikannya kepada dapur MBG. Namun tanggapan yang diterima cenderung normatif. “Katanya mau diperbaiki, tapi makin ke sini makin parah. Penataannya aja amburadul. Pernah dikasih jagung rebus, tapi jagungnya tua, kering, dan dipotong asal. Anak-anak mana mau makan kayak gitu,” puangkasnya.

Ketua PK KNPI Kecamatan Sukaraja Membenarkan Kejadian Ini

Ketua PK KNPI Kecamatan Sukaraja, Agus Mulyana membenarkan perihal keluhan orangtua siswa terhadap mutu makanan yang disediakan oleh dapur MBG di SPPG Yayasan Khasanah Ibu Bahagia Sukaraja tersebut.

“Setiap ada laporan dari teh Kiki atau orangtua siswa, saya bantu teruskan. Saya juga sudah hubungi Babinsa di wilayah, bahkan sampai dua kali melapor ke dapur MBG. Tapi hasilnya nihil, tidak ada perubahan,” kata Agus Mulyana.

Bahkan, kata Agus, saat dirinya mendatangi mendatangi dapur SPPG Khasanah Ibu Bahagia secara langsung, ia menemukan fakta mengejutkan, yakni, proses memasak dilakukan tanpa melibatkan tenaga ahli gizi maupun juru masak profesional.

“Saya heran, masa nggak bisa bayar tenaga ahli. Minimal ada yang paham teknik masak massal yang higienis. Alasannya katanya mahal. Padahal program besar begini harusnya bisa dikelola profesional,” ucap Agus.

Agus mengaku khawatir jika hal ini dibiarkan, akan lebih banyak orangtua yang mengeluh lantaran menu yang disajikan tidak layak dan bisa menimbulkan risiko bagi kesehatan anak-anak.

“Anak saya sendiri belum ikut MBG, karena di rumah juga susah makan. Saya takut malah tambah nggak mau makan kalau lihat makanan kayak gitu,” tutupnya.

Sebagai bentuk kepedulian, Agus mengaku telah berkoordinasi dengan unsur TNI dan pengawas wilayah agar melakukan pemantauan langsung ke lapangan.

Tanggapan Kepala SDN 4 Pasirhalang terhadap Keluhan Sejumlah Orang Tua Siswa soal Menu MBG

Sementara itu, Kepala SDN 4 Pasirhalang, Herni Idawati, mengakui pihaknya sempat menyampaikan beberapa kali komplain kepada pihak dapur penyedia. Namun demikian, setiap aduan selalu mendapat tanggapan cepat dari pengelola SPPG.

“Kalau ada keluhan kami langsung sampaikan ke dapur. Biasanya mereka langsung menanggapi dengan mengganti makanan yang kurang baik. Misalnya waktu itu buah jeruk sempat ada yang busuk, keesokan harinya langsung diganti,” kata Herni saat ditemui awak media.

Menurut Herni, dapur yang melayani SDN 4 Pasirhalang berada tak jauh dari sekolah, yakni sekitar 100 meter ke arah jalan raya, tepatnya di bawah Yayasan Khasanah Ibu Bahagia. Jarak yang dekat membuat komunikasi dan koordinasi antara pihak sekolah dan pengelola dapur cukup mudah dilakukan.

“Kami bersyukur mereka responsif. Tapi memang, dalam hal variasi menu masih ada yang diharapkan oleh orang tua siswa. Misalnya soal telur, anak-anak berharap ada menu telur utuh (bulat), bukan hanya telur dadar. Untuk ayam juga biasanya bagian sayap, jadi mungkin itu yang membuat sebagian orang tua kurang puas,” tambahnya.

Sekolah yang memiliki sekitar 250 siswa penerima manfaat MBG itu mulai menerima program sejak Februari 2025. Selama periode itu, tercatat sudah lebih dari tiga kali pihak sekolah melayangkan komplain terkait kualitas atau variasi menu.

“Memang belum sampai ke masalah berat (karacunan), tapi karena ini menyangkut makanan anak-anak, jadi kami selalu sampaikan kalau ada yang kurang sesuai. Alhamdulillah selalu direspons,” tegas Herni.

Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2025


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi sukabumiNews

Daftar atau

Related posts