Bappeda Kota Sukabumi Gelar Festival PUSAKA 2025, Wujudkan Kota Tanpa Kumuh

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Malulana dan Kepala Bappeda Kota Sukabumi, M Hasan Asari (tengah) bersama para juara Festival Penuntasan Kawasan Kumuh (PUSAKA) tingkat kota Sukabumi tahun 2025. (Foto: Istimewa/ @ bappedasmi_official)

sukabumiNews, KOTA SUKABUMI – Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kota Sukabumi melaksanakan Festival Penuntasan Kawasan Kumuh Award (PUSAKA) tingkat Kota Sukabumi 2025.

Kegiatan ini digelar di Ruang Publik Sukuraga, Jalan Sukakarya, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (21/10/2025).

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, Kepala Bappeda Kota Sukabumi M Hasan Asari, Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kota Sukabumi, Frendy Yuwono, Kepala DPUTR, Kepala Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Asep Irawan, para camat, serta lurah se-Kota Sukabumi.

Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kota Sukabumi, Frendy Yuwono, mewakili Kepala Bappeda Kota Sukabumi M Hasan Asari mengatakan, kegiatan ini menjadi wujud apresiasi bagi kelurahan, masyarakat, dan pemangku kepentingan yang berperan aktif dalam upaya penuntasan kawasan kumuh di Kota Sukabumi.

Frendy Yuwono berharap, melalui kegiatan ini, semangat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang layak huni, bersih, dan berkelanjutan terus tumbuh di setiap sudut wilayah Kota Sukabumi.

Pembanunan Kota Sukabumi Tidak Diukur dari Megahnya Gedung, Melaikan Seberapa Layak Tempat Warganya Hidup

Sementara Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan perkotaan tidak diukur dari megahnya gedung atau luasnya jalan, tetapi dari seberapa layak lingkungan tempat warganya hidup.

Read More

Menurutnya, kawasan kumuh bukan hanya persoalan fisik permukiman, tetapi juga mencerminkan ketimpangan sosial serta rendahnya kualitas hidup masyarakat.

“Karena itu, Pemerintah Kota Sukabumi berkomitmen mewujudkan Kota Sukabumi Tanpa Kumuh (Kotaku) melalui kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bobby menjelaskan bahwa penanganan kawasan kumuh bukan sekadar program pemerintah, melainkan sebuah gerakan bersama yang melibatkan seluruh unsur mulai dari masyarakat, pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga media.

“Melalui semangat kolaboratif tersebut, kawasan kumuh di Sukabumi kini telah bertransformasi menjadi lingkungan yang lebih hijau, tertata, dan berdaya,” jelas Bobby.

Acara juga diisi dengan penyerahan plakat juara Festival Penuntasan Kawasan Kumuh (PUSAKA), kepada kecamatan dan kelurahan yang memenuhi kategori proposal penanganan kumuh, dan kategori laporan pelaksanaan penanganan kumuh.

Adapun untuk kategori proposal penanganan kumuh, penghargaan diberikan kepada Kecamatan Citamiang, Kelurahan Sindangsari, dan Jayamekar. Sementara untuk kategori laporan pelaksanaan penanganan kumuh diraih oleh Kelurahan Selabatu, Cisarua, Situmekar, dan Cibeureum Hilir.

Pemerintah Kota Sukabumi berharap semangat kolaboratif ini terus berlanjut demi percepatan penataan dan pembangunan Kota Sukabumi yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan.

BACA Juga: World Cleanup Day 2025, Wali Kota Sukabumi Ajak Warga Tanamkan Budaya Bersih

Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2025


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi sukabumiNews

Daftar atau

Related posts