“Mari kita jujur: Tak ada seorang pun di dunia yang sepenuhnya memahami semua risiko yang terkait dengan AI,” kata wakil dubes Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy.
sukabumiNews, HAMILTON (KANADA) – Rusia pada Rabu memperingatkan bahwa kecerdasan buatan (AI) menimbulkan “risiko serius” yang dapat memengaruhi stabilitas global dan memperburuk kesenjangan antarnegara.
“Teknologi AI sedang diterapkan di bidang politik, sosial, ekonomi, dan pertahanan. Namun, teknologi ini juga membawa risiko serius dan muncul sebagai faktor baru yang dapat memengaruhi stabilitas seluruh sistem hubungan internasional,” ujar Dmitry Polyanskiy, Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB, dalam debat terbuka Dewan Keamanan tentang kecerdasan buatan dan perdamaian serta keamanan internasional, dikutip sukabumiNews dari Anadolu Ajansi, Sabtu.
Dia menyoroti kekhawatiran atas pengaruh AI terhadap opini publik, pemilu, dan infrastruktur penting, dengan menyatakan bahwa “teknologi berbasis AI dapat memengaruhi opini publik dan hasil pemilu melalui penyebaran berita dan konten palsu di media sosial, serta dapat memengaruhi fungsi infrastruktur penting di negara lain.”
“Jujur saja: Tidak ada seorang pun di dunia yang sepenuhnya memahami semua risiko yang terkait dengan AI, dan fakta ini tidak dapat diabaikan,” tutur dia.
BACA Juga: Rusia Gempur Kyiv dengan Serangan Udara, Gedung Pemerintah Terbakar
Memperingatkan tentang dampak ekonomi AI yang memperdalam ketimpangan global, Polyanskiy mengatakan, “Negara-negara dengan ekonomi maju akan memiliki peluang lebih besar untuk memanfaatkan manfaatnya dibandingkan dengan pasar negara berkembang dan negara-negara berkembang. Hal ini akan memperburuk ketimpangan digital dan ketidakseimbangan yang sudah signifikan dalam pembangunan global, yang pada gilirannya dapat menyebabkan ketegangan sosial dan konflik baru.” Jelasnya.
Dia juga mengkritik beberapa pendekatan regulasi terhadap AI, dengan menyatakan bahwa “tujuan mulia mengembangkan regulasi AI yang bertanggung jawab secara preventif hanya mulia di bibir saja. Kenyataannya, sistem regulasi yang diberlakukan berbahaya dan merugikan, karena secara eksplisit membagi penerapan AI menjadi baik dan buruk.”
“Hal ini menimbulkan pertanyaan utama: siapa yang akan memutuskan apa yang merupakan penggunaan yang bertanggung jawab?” tanya diplomat Rusia itu.
Mengekspresikan dukungan Rusia terhadap peran koordinasi PBB dalam AI, dia menyambut baik inisiatif seperti Dialog Global PBB dan pembentukan panel ilmiah internasional yang independen.
Polyanskiy juga menambahkan bahwa “kami siap untuk melanjutkan pekerjaan yang substantif, adil, dan saling menghormati di semua aspek kecerdasan buatan dalam badan-badan yang inklusif dan terspesialisasi, guna menemukan solusi yang memuaskan semua orang dan memaksimalkan manfaat AI bagi seluruh planet.” Pungkasnya.
BACA Juga: Presiden Kolombia Gustavo Petro di Majelis Umum PBB
Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2025









