sukabumiNews, ANKARA – Turki dan Inggris menandatangani kesepakatan senilai 8 miliar poundsterling (Rp177.486.480.000.000) untuk pembelian 20 jet Eurofighter Typhoon, memperkuat kerja sama pertahanan bilateral antara kedua sekutu Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tersebut.
Presiden Recep Tayyip Erdoğan mengatakan, pengaturan implementasi pengadaan jet tempur Eurofighter Typhoon telah ditandatangani dalam pertemuan antardelegasi.
“Saya memandang perjanjian ini sebagai simbol baru hubungan strategis antara kedua sekutu dekat kita. Saya yakin kerja sama dengan Inggris ini juga akan membuka jalan bagi proyek-proyek bersama di industri pertahanan,” jelas Presiden Erdogan melansir Daily Sabah, Selasa, 28 Oktober.
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan kesepakatan jet tempur antara kedua negara akan mempererat keamanan di NATO dan meningkatkan kerja sama bilateral di industri pertahanan.
London mengatakan Ankara akan menerima Typhoon pertama dari 20 Typhoon pada tahun 2030. Starmer mengatakan kesepakatan tersebut, yang pembicaraannya dimulai pada tahun 2023, mencakup opsi untuk membeli lebih banyak, dikutip dari Reuters.
BACA Juga: Presiden Turkiye Berjanji Penuhi Kebutuhan Kemanusiaan di Gaza Usai KTT Perdamaian
Selain jet tempur, kedua pemimpin mengumumkan peluncuran kerangka kerja sama bilateral pertama antara Inggris dan Turki.
PM Starmer menyebutnya “momen penting yang mencerminkan semakin dalamnya dan luasnya kerja sama kami yang telah ada serta ambisi kami untuk melangkah lebih jauh.”
Sedangkan Presiden Erdoğan mengatakan: “Kami berkomitmen untuk meningkatkan volume perdagangan kami dengan Inggris, awalnya 30 miliar dolar AS menjadi 40 miliar dolar AS. Kami bertekad untuk memperkuat hubungan ekonomi kami.”
Terpisah, Menteri Pertahanan Yaşar Güler mencatat, secara keseluruhan Turki akan membeli 12 Eurofighter dari Qatar, 12 dari Oman dan 20 dari Inggris.
Pada Bulan Juli, Ankara dan London menandatangani kesepakatan pembelian awal yang disetujui oleh anggota konsorsium Eurofighter, yaitu Inggris, Jerman, Italia, dan Spanyol, yang diwakili oleh Airbus, BAE Systems dan Leonardo.
Jerman awalnya memblokir penjualan tersebut, tetapi mencabut penolakannya pada bulan Juli, membuka jalan bagi penjualan tersebut.
Pekan lalu, Presiden Erdoğan mengunjungi Qatar dan Oman untuk membahas rencana pembelian tersebut, yang menurut presiden bergerak ke arah “positif.” (VOI)
BACA Juga: Turki Siap Berikan Dukungan Militer kepada Suriah untuk Melawan Terorisme
Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2025.









