Oleh: Dede Farhan Aulawi
sukabumiNews.id – Operasi khusus untuk mengetahui keberadaan Ali Khamenei sebelum serangan Israel merupakan operasi intelijen gabungan yang sangat kompleks antara badan intelijen Israel dan Amerika Serikat. Tujuannya adalah memastikan lokasi pasti target sebelum dilakukan serangan presisi.
Intelijen Israel terutama Mossad dan unit sinyal militer Unit 8200 melakukan pemantauan selama bertahun-tahun terhadap lingkungan di sekitar Ali Khamenei di Teheran, dengan cara:
- Meretas kamera lalu lintas di Teheran untuk memonitor pergerakan kendaraan dan pengawal.
- Mengumpulkan data rutinitas harian (pattern of life) seperti jam kedatangan, rute perjalanan, dan siapa saja yang berada di sekelilingnya.
- Menggunakan analisis AI dan algoritma untuk memproses data dalam jumlah besar tentang aktivitas elite Iran.
Dengan cara ini, intelijen Israel dikatakan “mengenal Teheran seperti mengenal kota sendiri.
Sementara itu terkait dengan dukungan Intelijen Amerika Serikat, khususnya Central Intelligence Agency, ikut berperan penting. Perannya meliputi:
- Melacak pergerakan Khamenei dan elite Iran selama beberapa bulan.
- Memberikan informasi intelijen dengan tingkat akurasi tinggi mengenai lokasi dan waktu keberadaan Ali Khamenei.
- Memberikan data sumber manusia (HUMINT) yang mengonfirmasi bahwa Khamenei benar-benar hadir di lokasi target.
Momen kunci operasi terjadi ketika intelijen menemukan bahwa Ali Khamenei sedang mengadakan rapat dengan para pemimpin militer dan politik Iran di sebuah kompleks kepemimpinan di Teheran.
Informasi yang diketahui:
- Pertemuan melibatkan pejabat tinggi seperti komandan IRGC dan pejabat keamanan nasional.
- Lokasi berada di kompleks yang menampung kantor pemimpin tertinggi, presiden, dan dewan keamanan nasional.
Intelijen menganggap ini sebagai “kesempatan unik” karena banyak target penting berkumpul sekaligus.
Sebelum serangan dilakukan, ada beberapa tahap verifikasi, diantanya:
- Signals intelligence (SIGINT) dari kamera dan komunikasi yang diretas.
- Human intelligence (HUMINT) dari sumber di lapangan.
- Konfirmasi independen oleh beberapa perwira intelijen senior untuk memastikan target benar-benar berada di lokasi.
Setelah lokasi dipastikan, Israel meluncurkan serangan udara presisi ke kompleks tersebut.
Jadi, operasi intelijen untuk menemukan keberadaan Ali Khamenei bukan hanya satu aksi intelijen, tetapi kampanye pengintaian multi-tahun yang menggabungkan cyber-espionage (peretasan kamera dan jaringan), analisis AI, HUMINT, dan koordinasi intelijen AS-Israel. Semua itu dilakukan untuk memastikan lokasi target dengan kepastian tinggi sebelum serangan dilakukan.
Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2026

