sukabumiNews, JALUR GAZA – Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) hari ini mengeluarkan peringatan keras menyusul pemboman berkelanjutan dan kerusakan besar-besaran di Kota Gaza dan wilayah utara.
Dalam pernyataan resminya, UNRWA menekankan bahwa serangan udara Israel meningkat setiap jam, menyebabkan trauma berkepanjangan bagi penduduk sipil, termasuk wanita dan anak-anak yang kini berlindung di sekolah-sekolah dan kamp-kamp pengungsi yang penuh sesak.
“Masyarakat Gaza hidup dalam ketakutan yang luar biasa di tengah pemboman dan kehancuran. Serangan ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga harapan,” ujar juru bicara badan tersebut.
UNRWA juga menegaskan kembali seruannya untuk gencatan senjata segera dan tanpa syarat, dengan mencatat bahwa pihaknya tidak diizinkan untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza selama lebih dari empat bulan karena pembatasan ketat Israel.
“Persediaan sangat dibutuhkan. Pengepungan harus diakhiri,” ujar UNRWA dalam sebuah pernyataan di platform X, yang mengimbau agar rute bantuan segera dibuka agar pengiriman obat-obatan, makanan, dan bahan bakar kepada lebih dari 2 juta penduduk terdampak dapat dilakukan.
People in #Gaza are living through exponential fear amid bombardment and devastation as airstrikes in Gaza City and the north intensify by the hour.
Action now for a #CeasefireNow. pic.twitter.com/shekCEMvzj
— UNRWA (@UNRWA) September 17, 2025
Menurut laporan situasi terbaru UNRWA, lebih dari 725.000 penduduk telah mengungsi sejak gencatan senjata terakhir runtuh pada Maret 2025, dengan 86 persen wilayah Gaza sekarang berada di zona militer atau wilayah pengungsian paksa.
UNRWA juga memperingatkan bahwa rencana Israel untuk memindahkan penduduk Gaza ke Rafah akan menciptakan kamp pengungsian besar-besaran di perbatasan Mesir, sehingga menghilangkan hak rakyat Palestina untuk memiliki masa depan di tanah air mereka.
Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2025









